Madiun, gugat.id – Pemerintah Desa Wonoasri, Kabupaten Madiun, bergerak cepat mengantisipasi datangnya musim hujan yang diperkirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan tiba antara September hingga November. Salah satu langkah nyata yang diambil adalah pembangunan saluran drainase di tengah-tengah pemukiman warga.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 117.471.690 dari Dana Desa Tahun Anggaran 2025, proyek pembangunan saluran drainase ini difokuskan di wilayah RT 06 RW 03. Kepala Desa Wonoasri, Agus Sumariyono, menjelaskan bahwa wilayah ini menjadi prioritas karena sering mengalami genangan air saat hujan deras.
“Berdasarkan pantauan kami, wilayah RT 06 RW 03 ini memang menjadi titik rawan genangan air. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memfokuskan pembangunan saluran drainase di sini,” ujar Agus Sumariyono pada Rabu (26/11/2025).
Agus juga menambahkan bahwa banjir umumnya disebabkan oleh kombinasi faktor alam dan perilaku manusia. Curah hujan yang tinggi menjadi faktor alam yang sulit dihindari, namun perilaku manusia seperti membuang sampah sembarangan dapat memperparah kondisi.
“Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Dengan begitu, kita bisa mengurangi risiko terjadinya banjir,” ajaknya.
Pembangunan saluran drainase ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi masalah genangan air di Desa Wonoasri, terutama saat puncak musim hujan yang diperkirakan akan terjadi pada Desember 2025 dan Januari 2026. Pemerintah desa juga mengimbau warga untuk turut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan saluran drainase agar berfungsi dengan baik.
(Red/BD)