Surakarta, gugat.id – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menandai tonggak baru dalam pengembangan seni dan budaya dengan meluncurkan Inventaris Arsip Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat periode 1998-2018. Acara bersejarah ini berlangsung pada Rabu, 18 Desember 2024, di Gedung Sungging Prabangkara, Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta, dan dirangkaikan dengan talkshow kearsipan bertema “Arsip Seni: Sumber Inovasi Tiada Henti.”
Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum., dalam sambutannya, menekankan pentingnya arsip sebagai rekam jejak inovasi dan dedikasi civitas akademika ISI Surakarta selama dua dekade terakhir.
“Arsip ini bukan sekadar dokumen, melainkan cerminan dari perjalanan panjang kreativitas dan kontribusi ISI Surakarta dalam membangun seni dan budaya bangsa,” ungkapnya.
Arsip yang diluncurkan ini merupakan hasil kolaborasi antara Unit Kearsipan I dan Unit Penunjang Akademik Dokumentasi dan Koleksi Seni ISI Surakarta. Kehadirannya diharapkan menjadi sumber referensi bagi akademisi, seniman, dan masyarakat umum dalam menggali lebih dalam perkembangan seni di Indonesia, khususnya di wilayah Surakarta.

Talkshow yang digelar bersamaan dengan peluncuran ini menghadirkan dua narasumber ahli:
- Prof. Dr. Bambang Sunarto, Guru Besar Filsafat Seni ISI Surakarta, yang membahas hubungan antara epistemologi penciptaan seni dan pentingnya pendokumentasian proses kreatif.
- Musliichah, MA, Arsiparis Direktorat Penelitian UGM, yang berbagi pengalaman dalam pengelolaan arsip seni.
Dipandu oleh moderator Jamal, MA, talkshow ini mengupas pentingnya arsip seni sebagai warisan intelektual dan sumber inovasi yang terus berdenyut.
Baca juga: https://www.gugat.id/predator-seks-reynhard-sinaga-jadi-target-serangan-brutal-di-penjara-inggris/
Kegiatan ini juga dihadiri berbagai pihak, seperti perwakilan dari unit akademik di ISI Surakarta, Unit Kearsipan UNS, Taman Budaya Jawa Tengah, Perpustakaan Rekso Pustoko Pura Mangkunegaran, hingga Dinas Kearsipan dan Perpustakaan wilayah Soloraya.
Peluncuran arsip dan talkshow ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat citra ISI Surakarta sebagai pusat rujukan seni nasional dan internasional. Tidak hanya itu, acara ini juga menjadi pengingat akan pentingnya melestarikan dan memanfaatkan arsip seni sebagai sumber pengembangan pengetahuan dan inspirasi tanpa batas.
(Redaksi)