Jaga Tradisi Prestasi, Tim Memoria PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta Lolos Abdidaya Kemendiktisainstek 2026 |

Jaga Tradisi Prestasi, Tim Memoria PPK Ormawa HIMA DKV ISI Surakarta Lolos Abdidaya Kemendiktisainstek 2026

By

Surakarta, Gugat.id – Rekor menjaga tradisi untuk selalu lolos di Abdidaya berturut-turut yang diraih Tim Memoria HIMA DKVISKA menjadi capaian yang membanggakan. Himpunan Mahasiswa Prodi DKV FSRD ISI Surakarta kembali meraih prestasi dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) pada tahun 2026.

Capaian prestasi yang cukup membanggakan ditorehkan oleh HIMADKV sebagai satu-satunya tim ormawa tingkat program studi yang lolos dan mewakili ISI Surakarta di Abdidaya 2026 sebagai ajang nasional Kemendiktisaintek. Berkat konsep yang kaya dan implementasi yang nyata di masyarakat, tim PPK Ormawa DKVISKA resmi lolos ke tingkat nasional dan akan berkompetisi dengan Ormawa dari perguruan tinggi se Indonesia.

Abdidaya yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi merupakan ajang tahunan untuk mengapresiasi program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat terbaik yang dilaksanakan oleh mahasiswa Indonesia.

Tim PPK Ormawa HIMA DKVISKA Memoria lolos sebagai peserta Abdidaya 2026 melalui program pengembangan Kampoeng Batik Laweyan menuju Living Heritage Museum. Setelah melalui serangkaian program yang memadukan seni, budaya, dan teknologi yang melibatkan mitra baik dari FBKL (Forum Kampoeng Batik Laweyan), komunitas, dan stakeholder di wilayah Kota Surakarta, Tim Memoria dinyatakan lolos dan satu-satunya ormawa yang mewakili ISI Surakarta ke tingkat nasional setelah mengetahui dari pengumuman pada 5 Oktober 2026. Sedangkan pelaksanaan Abdidaya pada 21- 25 Oktober 2026 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Sulawesi Selatan selaku tuan rumah.

Ketua Tim PPK Ormawa DKV ISI Surakarta, Rafifah Hafidha Putri Rashikhah menjelaskan bahwa Tim Memoria PPK Ormawa HIMA DKVISKA ini dirancang sebagai bentuk apresiasi atas program pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan Kampoeng Batik Laweyan sebagai Living Heritage Museum, yaitu destinasi wisata budaya berbasis edukasi, melalui pelestarian sejarah dan warisan budaya yang telah diperkuat dengan peluncuran museum kawasan dan desa wisata edukasi budaya.

Melalui program MEMORIA (Memory Exploration and Multimedia Record of Intangible Assets) dengan skema Desa Wisata yang mengintegrasikan sejarah dan warisan budaya Laweyan melalui media multimedia dan wisata edukasi.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi institusi. Ipung Kurniawan Yunianto, selaku dosen pembimbing menyoroti bahwa program ini adalah cerminan karakter ISI Surakarta. “Tim kami menampilkan praktik terbaik yang sesuai dengan keahlian kami. Ini adalah representasi bagaimana seni dan budaya bisa memberikan kontribusi positif dan membangun peradaban,” jelas Ipung.

(Redaksi)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!