Bantul, gugat.id — Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) Pengda DIY berkolaborasi dengan Lazismu UMY, Lazismu PCM Sanden, dan Lazismu Artha Amanah menggelar Khitanan Massal Gratis yang dilengkapi dengan pemeriksaan kesehatan dan cek gula darah gratis bagi masyarakat. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan di Kantor Kelurahan Murtigading, Sanden, Kabupaten Bantul, pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Sebanyak 37 anak mengikuti khitanan massal yang menjadi istimewa karena menggunakan metode khitan modern berbasis laser, dengan teknik tanpa jahit dan tanpa perban. Metode ini dikenal lebih minim nyeri, proses lebih cepat, serta memungkinkan pemulihan yang lebih nyaman bagi peserta.
Ketua KAUMY Pengda DIY, Dandan Hermawan, yang secara resmi membuka kegiatan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata peran alumni dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin khitan yang diberikan kepada masyarakat tidak hanya gratis, tetapi juga berkualitas. layanan memenuhi standar medis, aman, dan nyaman bagi anak-anak. Metode modern ini kami pilih agar anak-anak lebih nyaman dan orang tua lebih tenang. Ini wujud kepedulian alumni UMY kepada lingkungan sekitar” ujar Dandan Hermawan.

Sementara itu, Manajer Eksekutif Lazismu UMY, Rozikan, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan bakti sosial serupa.
“Khitanan massal gratis ini merupakan satu-satunya kegiatan bakti sosial khitanan massal yang menggunakan metode khitan modern dengan laser tanpa jahit dan tanpa perban. Ini bagian dari ikhtiar kami menghadirkan layanan kesehatan sosial yang inovatif dan bermutu,” kata Rozikan.
Selain khitan gratis, panitia juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan umum dan cek gula darah gratis bagi warga, sebagai upaya meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini kesehatan.
Pelaksanaan kegiatan melibatkan tim medis dari Rumah Sakit AMC milik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta tenaga medis dari alumni UMY, sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan sesuai dengan standar medis.
Kolaborasi multipihak ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara alumni, lembaga filantropi, dan institusi kesehatan dalam menghadirkan layanan sosial yang berkualitas dan berkelanjutan.
Pemerintah kelurahan dan masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini, yang dinilai sangat membantu warga dan diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
(Red).