Kemarau 5 Bulan, IBI Salurkan 20 Ribu Liter Air untuk Warga Tamansari |

Kemarau 5 Bulan, IBI Salurkan 20 Ribu Liter Air untuk Warga Tamansari

By

TEGAL, Gugat.id – Kemarau yang berlangsung sekitar lima bulan membuat warga Desa Tamansari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, semakin kesulitan mendapatkan air bersih, Jum’at (2/10/2026).

Debit sumber mata air yang selama ini menjadi tumpuan warga terus menyusut. Sejumlah sumur juga tidak lagi dapat digunakan setiap hari sehingga warga harus mencari sumber air yang masih tersedia.

Untuk mendapatkan air, warga rela mengantre selama berjam-jam dengan membawa jeriken dan ember. Sebagian bahkan harus datang sejak pagi agar memperoleh giliran.

Susanti, warga Desa Tamansari, mengatakan kondisi kekurangan air telah dirasakan masyarakat selama sekitar lima bulan terakhir. Menurutnya, menurunnya debit sumber air membuat warga harus mengatur penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari.

“Bahkan ada rumah warga yang sumurnya hanya bisa diambil airnya dua hari sekali. Itu saja hanya bisa mendapatkan sekitar lima ember,” kata Susanti.

Kondisi tersebut, lanjut dia, sebenarnya bukan persoalan baru. Setiap musim kemarau, warga Tamansari memang kerap menghadapi keterbatasan air bersih. Namun, kemarau yang berlangsung panjang membuat persoalan semakin berat.

“Setiap tahun memang kalau musim kemarau, Desa Tamansari selalu mengalami krisis air bersih. Untuk memenuhi kebutuhan air setiap hari, kami mengambil di sumber mata air yang masih ada. Itu pun harus mengantre berjam-jam,” ujarnya.

Warga sebenarnya dapat membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, biaya yang harus dikeluarkan menjadi beban tambahan.

“Kalau ingin cepat mendapatkan air bersih, kami harus membeli. Satu jeriken sampai ke rumah sekitar Rp3.000. Selain itu, ya paling menunggu bantuan air bersih datang,” tutur Susanti.

IBI Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih

Di tengah kondisi tersebut, Ikatan Bidan Indonesia atau IBI Cabang Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 20 ribu liter untuk warga Desa Tamansari.

Air bersih tersebut disalurkan melalui PDAM Kabupaten Tegal guna membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak kemarau panjang.

Ketua IBI Cabang Kabupaten Tegal, R. Siti Iva Rifda Ch., S.ST., Bdn., MM., melalui Sekretaris IBI Cabang Tegal, Yuda Ayu Timorini, S.ST., M.Kes., mengatakan Tamansari menjadi salah satu wilayah yang mengalami persoalan air bersih setiap musim kemarau.

Meski berada di kawasan kaki Gunung Slamet, kondisi geografis Tamansari tidak menjamin ketersediaan air bagi masyarakat.

“Desa Tamansari setiap musim kemarau mengalami krisis air bersih. Walaupun secara geografis masuk wilayah kaki Gunung Slamet, daerah Desa Tamansari merupakan daerah tadah hujan,” jelas Yuda.

Menurut Yuda, penyaluran air bersih tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian IBI Cabang Tegal dalam menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62.

“Bantuan air bersih ini sekaligus merupakan bentuk kepedulian IBI Cabang Tegal dalam menyambut Hari Kesehatan Nasional ke-62. Kami melihat kondisi masyarakat yang sangat antusias mendapatkan air bersih. Ini menunjukkan bahwa warga memang benar-benar membutuhkannya,” katanya.

IBI Cabang Tegal, kata Yuda, juga akan berupaya memberikan bantuan serupa ke wilayah lain yang mengalami kekurangan air bersih.

“Insyaallah IBI Cabang Tegal akan mengupayakan menyalurkan bantuan air bersih di wilayah-wilayah yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus menjaga kesehatan masyarakat selama musim kemarau.

“Semoga bantuan air bersih yang kami salurkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan memenuhi kebutuhan air bersih guna menjaga kesehatan di musim kemarau,” kata Yuda.

Bantuan air bersih tersebut disambut antusias warga. Mereka kembali membawa jeriken dan ember dari rumah untuk mendapatkan air yang sangat dibutuhkan.

Bagi warga Tamansari, bantuan tersebut setidaknya dapat mengurangi beban di tengah kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Warga pun berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan hingga sumber mata air kembali normal.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!