Gunungkidul, gugat.id – Situasi liburan Lebaran 2025 pada H+2 menunjukkan peningkatan jumlah pengunjung di pantai-pantai Gunungkidul, meski belum berdampak signifikan pada peningkatan pendapatan.
Dalam pantauan awak media pada Selasa (01/04/2025) siang, antrean kendaraan kerap terjadi di pintu masuk Tempat Penarikan Retribusi (TPR) pantai, terutama menuju objek wisata pantai.
Dilaporkan bahwa kepadatan pengunjung terpusat di salah satu objek wisata di Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, yakni Pantai Drini.
Tak dapat dimungkiri, Pantai Drini selalu menawarkan nuansa baru, baik dari segi fasilitas maupun layanan yang diberikan. Salah satu fasilitas unggulannya yang tidak dimiliki pantai lain adalah wahana bermain air untuk anak-anak, dengan adanya perahu kano.
Pada libur Hari Raya Idulfitri hari kedua, banyak pengunjung Pantai Drini yang menjajal wahana kano yang disewakan oleh pemandu atau pengelola dengan tarif Rp50.000 per kano, sudah termasuk jaket pelampung. Yang menarik, penyewa tidak dibatasi waktu penggunaan sehingga bisa bermain sepuasnya. Selain itu, satu kano dapat digunakan oleh dua hingga tiga orang secara bergantian.
Saat ditanya mengenai tingkat keamanan wahana ini, salah seorang pemandu memastikan bahwa penggunaan kano sangat aman.
“Ditanggung aman untuk pengguna kano. Desainnya dibuat agak melebar, jadi tidak mudah terbalik. Area yang digunakan juga merupakan cerukan pantai yang tidak langsung terkena ombak besar. Selain itu, kami telah menempatkan tim keselamatan,” ujar seorang pemandu kepada reporter, Selasa (01/04/2025).
Terpantau, para pengunjung yang menyewa kano tampak sangat gembira. Salah satu wisatawan yang telah puas bermain kano kemudian diwawancarai oleh reporter mengenai kesan dan asalnya.
“Sangat menyenangkan! Bisa bermain di pantai dengan kano, hitung-hitung sekaligus berolahraga juga. Kami sekeluarga asli Gunungkidul, tapi merantau di Tangerang, Jawa Barat. Liburan tahun ini kami mudik untuk bertemu keluarga di sini, lalu memanfaatkan waktu untuk berwisata ke Pantai Drini,” ujar seorang wisatawan yang enggan disebut namanya.
(Redaksi)