MAGETAN, Gugat.id –– Sebuah warung nasi pecel ‘Luwih Pooolll’ milik Bu Joko yang berada di sisi Barat Pasar Takeran, Kelurahan Takeran, Magetan, Jawa Timur, Rabu pagi (27/05/2026) terbakar.
Kebakaran tidak parah, tidak menjalar kemana-mana. Lantaran, kepulan asap segera diketahui warga dan langsung serentak melakukan upaya pembasahan.
Meski begitu, yang perlu disadari masyarakat, utamanya kaum ibu rumah tangga yang akrab bersentuhan dengan bab dapur, teliti dengan seksama dan pastikan dalam kondisi aman, sebelum meninggalkan ruang memasak.
Lantaran, insiden yang menimpa warung yang buka sore hari tersebut akibat kelalaian Bu Joko, sebelum akhirnya dia memutuskan pergi meninggalkan aktivitasnya dengan kompor api.
Kepada koresponden Bu Joko mengatakan, awalnya dia melakukan aktivitas memasak di warung miliknya tersebut. Terakhir dia mengaku menggoreng tempe menggunakan tungku kompor gas.
Merasa masakannya sudah matang, dia mengangkat dan meniriskan tempe dengan serok penggorengan. Namun dia mengaku lupa mematikan kompor gas, sebelum menutup rolling door warung dan pergi untuk keperluan lainnya.
“Saya tadi kan menggoreng tempe. Setelah matang saya angkat, terus saya tinggalkan. Tapi saya lupa mematikan api kompor,” tutur Bu Joko gemetaran.
Sesaat berlalu, warga setempat mengetahui kepulan asap menerobos dari celah ventilasi dan rolling door. Sejumlah warga pun berusaha membuka pintu dan memanggil pemilknya.
Usaha masyarakat memadamkan dengan air tidak sia-sia. Hanya beberapa menit kobaran api yang sempat membakar tungku bodi kompor, meja dan triplek penyekat langsung padam.
Hal itu karena segera tanggapnya masyarakat atas fenomena lingkungan, selain bangunan warung yang bersifat tembok permanen yang kedap paparan api.
Tidak ada korban jiwa maupun terluka dalam peristiwa itu. Kerugian materiil pun diperkirakan hanya puluhan ribu rupiah.
Namun yang penting untuk disadari para ibu rumah tangga, agar jangan sekalipun mengabaikan tata tertib memasak. Karena sedetik kelalaian, sekejab itu pula bahaya mengancam. (fin)