SURAKARTA, Gugat.id – Mahasiswa Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam Lomba Konten yang diselenggarakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta. Tiga tim mahasiswa berhasil meraih penghargaan melalui karya-karya kreatif yang mengangkat kekayaan budaya dan sejarah Kota Bengawan.
Prestasi tertinggi diraih tim pembuat karya “Batik di Nadi Kota” yang berhasil meraih Juara 1. Melalui visual yang kuat dan narasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat, karya tersebut menampilkan batik sebagai warisan budaya yang tetap hidup dan menjadi bagian dari identitas Kota Surakarta.
Tim Juara 1 terdiri atas Salman Maghfira Iffat, Charis Setyawan, Muhammad Farrel Putra Atmadja, Winda Rahayu, dan Andara Maulidina.
Tak hanya itu, karya “Keris in Action” juga berhasil mengantarkan tim mahasiswa ISI Surakarta meraih Juara 3. Karya ini mengangkat keris sebagai pusaka budaya yang tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Tim tersebut beranggotakan Muhammad Rafid Rizqullah, Bayu Surya Wirayudha, Azalya Nafi Henrita Santi, Khalea Aria W., dan Bintang Febrian Renanda.

Sementara itu, karya “Jejak Budaya di Antara Lembar Waktu” berhasil masuk dalam kategori Finalis Karya Favorit. Melalui pendekatan kreatif, karya ini mengajak masyarakat menelusuri jejak budaya Surakarta melalui arsip dan dokumen sejarah yang dikemas secara menarik dan komunikatif.
Tim finalis terdiri atas Aslama Rija Enindra, Modesta S. Hutabarat, Anisa Cikal Haryanto, dan Ellynahar Syahban A.
Keberhasilan ketiga tim tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Film dan TV ISI Surakarta dalam mengolah isu budaya menjadi karya visual yang edukatif sekaligus menarik bagi publik. Capaian ini juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam upaya pelestarian budaya melalui media kreatif.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, serta mengharumkan nama kampus melalui berbagai ajang kompetisi di tingkat regional maupun nasional.
(Red)