Malaka di Ambang Krisis Generasi: Kekerasan Seksual Anak Meningkat, Pemerintah Dinilai 'Tutup Mata'! |

Malaka di Ambang Krisis Generasi: Kekerasan Seksual Anak Meningkat, Pemerintah Dinilai ‘Tutup Mata’!

By

Malaka, gugat.id – Kabupaten Malaka menghadapi ancaman serius terhadap masa depan generasi mudanya. Kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terus melonjak dalam beberapa bulan terakhir, memicu kekhawatiran mendalam di kalangan masyarakat sipil.

Data dari Polres Malaka mencatat, sejak Januari hingga September 2025, terdapat 272 laporan polisi, di mana enam di antaranya adalah kasus kekerasan seksual terhadap anak. Angka ini menjadi alarm bagi semua pihak, namun respons pemerintah daerah dinilai lamban dan tidak memadai.

Forum Pemerhati Sosial Kabupaten Malaka mengecam keras kelambanan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam merespons kondisi darurat ini. Ketua Forum, Yanuarius Bere Helo, mendesak Pemda Malaka untuk segera membentuk Rumah Aman sebagai tempat perlindungan dan rehabilitasi korban kekerasan seksual.

Baca juga: Didampingi Wakil Ketua DPRD dan Markus Baria Berek, Benny Chandradinata Kembali Tinjau Perbaikan Jalan Welaus Malaka

Kami meminta Pemda Malaka segera membentuk Rumah Aman untuk korban kekerasan seksual. Kehadiran rumah aman ini sangat penting untuk mendukung pemulihan fisik maupun psikologis korban,” tegas Yan Bere, Selasa (16/9/2025).

Menurutnya, tanpa Rumah Aman, korban kerap kali dibiarkan berjuang sendiri dengan trauma mendalam, sementara pelaku dibiarkan berkeliaran bebas. “Ini adalah bentuk kelalaian negara yang seharusnya hadir melindungi anak-anaknya,” tambahnya.

Forum juga menyoroti sikap pemerintah daerah dan DPRD yang terkesan mengabaikan masalah ini. “Kami sangat kecewa, karena sampai saat ini Pemda belum menunjukkan keberpihakan yang jelas. Jika situasi ini terus dibiarkan, kita sedang menciptakan generasi yang tumbuh dalam ketakutan dan trauma,” kritik Yan Bere.

Di sisi lain, Forum memberikan dukungan penuh kepada Polres Malaka untuk menindak tegas para pelaku. “Kami mendukung Polres Malaka untuk tidak memberi ruang kompromi. Pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah musuh bersama,” kata Yan Bere.

Ia juga menyerukan kolaborasi lintas sektor untuk menangani masalah ini. “Kami berharap Pemda, DPRD, Polres Malaka, serta seluruh elemen masyarakat dapat berkolaborasi dalam menangani kasus kekerasan seksual di Kabupaten Malaka. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi korban kedua kalinya karena kelalaian sistem,” tutupnya.

Situasi di Malaka membutuhkan tindakan cepat dan terkoordinasi. Pembentukan Rumah Aman, penegakan hukum yang tegas, dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci untuk melindungi generasi muda dari ancaman kekerasan seksual.

(Red/Dejan)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!