Gunungkidul, gugat.id – Gelar Potensi Budaya, Kalurahan Bohol,Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul sukses digelar hari ini, Jumat (15/9/2023).
Gelar potensi adalah pentas budaya dan pameran produk UMKM, merupakan ekspresi budaya unggulan dari 8 Dusun di Kalurahan Bohol. Tujuan dari acara ini adalah untuk mengembangkan potensi dalam wadah ekspresi yang kreatif dan inovatif, tetapi tidak boleh merubah nilai-nilai esensialnya sebagai sarana pembinaan dalam bentuk fasilitasi. Penyelenggara event dan kompetisi untuk mempromosikan dan mengukur tingkat kemajuan kelurahan rintisan budaya.
Lurah Kalurahan Bohol Margana, memberikan sambutan bahwa akan selalu mensuport dalam menjaga melestarikan tradisi dan budaya.
“Mari kita bersama-bersama menjaga dan melestarikan tradisi dan budaya,seperti slogan kita. Bohol Wigati Nyawiji Budayaku Lestari,” tutur Margana.
Gelar potensi rintisan budaya Kalurahan Bohol dengan mengusung tema “Bohol Wigati Nyawiji Budayaku Lestari” ini diikuti oleh 8 Padukuhan. Selain Menampilkan pagelaran dari masing-masing padukuhan, gelar potensi juga memamerkan stand-stand UMKM dari masing-masing padukuhan. Salah satu produk andalan UMKM dari padukuhan Belang adalah Batik Kromojati yang diangkat dari tradisi hukum adat Kalurahan Bohol.

Kepala bidang adat dan tradisi Kabupaten Gunungkidul, Dra.Dwi Prihdiani, secara langsung menyaksikan penampilan dari masing-masing Dusun sekelurahan Bohol, serta mengunjungi stand-stand UMKM yang ada.
Dalam kesempatan ini dia sangat mengaresiasi dan mendukung pelaksanaan gelar potensi di Kalurahan Bohol, Dwi Prihdiani mengatakan melestarikan kebudaya merupakan kerja bersama.
“Dengan adanya gelar potensi kalurahan rintisan budaya diharapkan menjadi nilai tambah dalam merawat dan menjaga kelestarian budaya di wilayahnya. Semoga dari Kalurahan rintisan budaya bisa berlanjut menjadi jalurahan budaya”, tuturnya.
Baca juga: https://www.gugat.id/urgensi-kiprah-masyarakat-sipil-mengawasi-implementasi-ekonomi-biru-indonesia/
Kegiatan gelar potensi kalurahan rintisan budaya adalah salah satu bukti bagi kita semua, bahwa masyarakat masih begitu peduli dengan kebudayaan dan sekaligus diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
(Red/PP)