Sleman, gugat.id – Dalam tajuk Rising Of The Dragon, Jedink Alexander menggelar pameran tunggal, di Sleman City Hall tepatnya di jalan Magelang no,18, Denggung, Sleman, Yogyakarta.
Dibuka pada Jumat (26/01/24) pameran tunggal tersebut dikuratori oleh Dr.Drs. Hadjar Pamadhi, M.A.Hons, Titoes Lebert, M.Sn dengan garapan dari team Seni Jumat Paing (Sejumpa), diinisiasi oleh Bramanti F Nasution serta pihak Management SCH dan Liedwina Riestianti selaku Pimpro.

Sebanyak 70 karya lukis dijajar pada bentangan konstruksi kayu yang meliuk menyerupai naga. Dibuat demikian rupa karena tahun ini menurut perhitungan Imlek merupakan Naga Kayu. Tahun untuk mengejar impian, mengekspresikan ide-ide, dan memperluas wawasan. Tahun ini juga merupakan tahun untuk bermurah hati, berbelas kasih, dan setia kepada teman-teman yang dimiliki.
Memasuki tahun naga berasa memasuki dunia yang lebih sarat.
Diperlukan energi yang lebih dan pikiran yang lebih cerdas.
Pasaing – pesaing ada di tingkat langit .
Diperlukan daya juang sekeras dewa, dan hati yang mulia.

Pameran tunggal Jedink Alexander di Mall Sleman City Hall adalah wujud nyata, realitas perjuangan seorang seniman.
Rising of the dragon adalah semangat juang seniman untuk bangkit dan bersaing dengan pemain ekonomi.
“Bagi saya kesejahteraan keluarga adalah juga hak setiap seniman yang sanggup memperjuangkannya,” ungkap Jedink Alexander. Minggu (28/01/23)
Selain pameran lukisan, ada juga sajian aneka jenis makanan dan minuman, pertunjukan seni, tari, band, pembacaan puisi dan perform oleh Memet Chairul Slamet, M.Sn dengan alat tiupnya yang legendaris. Pameran dijadwalkan berlangsung hingga 25 Februari 2024 bertepatan dengan hari Cap Go Meh.
(Red/B’djo)