Tegal, Gugat.id — Suasana Senin pagi di berbagai sekolah Kota Tegal tampak berbeda. Di halaman sekolah, bukan lagi suara kepala sekolah yang memberi aba-aba, melainkan komando lantang dari polisi berseragam cokelat. Ya, pagi itu aparat Polres Tegal Kota “menyusup” ke dunia pelajar, bukan untuk menindak, tapi untuk menanamkan disiplin dan karakter.
Dari Kapolres hingga Kapolsek, semua turun langsung. Mereka berdiri tegak di depan ratusan siswa SMA, SMK, hingga SMP yang berbaris rapi. Bukan dengan nada menakutkan, melainkan dengan pesan kuat: jadilah pelajar tangguh, bijak, dan bermoral di tengah derasnya arus digital.
Wakapolres Tegal Kota, Kompol Yulius Herlinda, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata kepolisian untuk membentuk generasi muda yang tidak mudah goyah. “Kami ingin pelajar tumbuh menjadi generasi yang kuat dan tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif,” ujarnya. Ia menegaskan, polisi datang ke sekolah bukan untuk menakut-nakuti, tapi membimbing. “Kami ingin hadir sebagai sosok yang bisa menjadi panutan,” tambahnya.

Nada suaranya tegas namun hangat, mencerminkan dua sisi kepolisian: ketegasan dan kepedulian. Ia mengingatkan, pelajar Tegal seharusnya menjadi kebanggaan, bukan pemberitaan karena ulah negatif. “Kami tidak ingin melihat anak-anak kita terlibat hal yang tidak bermoral. Sekolah adalah tempat menumbuhkan karakter, dan kami ingin ikut menjaga itu,” katanya.
Kegiatan ini bukan sekadar seremonial sekali datang lalu hilang. Kompol Yulius memastikan apel pembinaan seperti ini akan dilakukan rutin dan bergilir di seluruh sekolah di Kota Tegal. “Kami ingin seluruh siswa merasakan manfaatnya, agar disiplin dan karakter ini benar-benar tertanam,” tegasnya.
Sementara itu, di SMK Astrindo Kota Tegal, suasana apel pagi terasa berbeda. Kepala sekolah Wuryanti mengaku para siswanya tampak lebih bersemangat dan antusias mendengarkan pesan dari aparat kepolisian. “Anak-anak jadi lebih paham aturan hukum dan bisa membedakan mana yang benar dan salah. Mereka juga lebih sadar pentingnya bijak bermedia sosial,” ujarnya.
Langkah sederhana Polres Tegal Kota ini ternyata meninggalkan kesan mendalam. Di balik barisan siswa yang menatap kagum, ada pesan kuat yang tertanam: bahwa disiplin, karakter, dan moral bukan sekadar teori di kelas, tapi tanggung jawab bersama antara sekolah, keluarga, dan polisi. Sebuah kolaborasi yang mengajarkan, bahwa membangun generasi masa depan tidak cukup dengan pelajaran di buku, tapi juga dengan teladan nyata di lapangan.
Pewarta: R.Latief