Gunungkidul, gugat.id – Kabar mengejutkan datang dari Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, di mana ratusan siswa sekolah negeri diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi hidangan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kejadian ini sontak membuat panik pihak sekolah, pemerintah daerah, dan tentu saja para orang tua.
Berdasarkan data terbaru yang berhasil dihimpun, sebanyak 695 siswa dilaporkan mengalami gejala keracunan seperti mual, muntah, pusing, dan lemas setelah menyantap hidangan MBG yang disajikan pada hari Selasa (28/10/2025).
Korban keracunan ini berasal dari dua sekolah, yaitu SMKN 1 Saptosari dan SMPN 1 Saptosari. Tak hanya siswa, sekitar 10 guru dan karyawan sekolah juga dilaporkan mengalami gejala serupa.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, melalui akun Instagram resminya mengungkapkan keprihatinannya atas kejadian ini. “Hari ini sudah kita hitung 695 anak terdampak diduga keracunan MBG,” tulisnya.
Beliau juga menjelaskan bahwa gejala keracunan tidak muncul secara bersamaan setelah siswa menyantap MBG pada hari Selasa.
“Di SMK N 1 Saptosari sebanyak 476 anak, dan termasuk 10 guru dan karyawan. Disamping itu ada 33 siswa yang hari ini izin tidak masuk. Belum terkonfirmasi apakah keracunan atau tidaknya,” jelas Endah. “Untuk di SMP N 1 Saptosari, sebanyak 420 siswa menerima MBG, ada sekitar 186 orang yang mengalami keracunan,” imbuhnya.
Para siswa yang mengalami gejala keracunan telah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Saptosari dan RSUD Saptosari. Menghadapi situasi darurat ini, pemerintah daerah bergerak cepat dengan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, mulai dari Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, hingga Kepala Dinas Pendidikan. Pendataan korban dan penyelidikan penyebab keracunan massal ini menjadi prioritas utama.
“Pihaknya telah memantau kejadian ini sejak kemarin, namun baru hari ini menerima laporan mengenai ratusan siswa yang terdampak,” ujar seorang sumber dari pemerintah daerah.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah masih terus melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa keracunan massal ini. Sampel makanan dari program MBG telah diambil untuk diuji di laboratorium guna mengetahui penyebab pasti keracunan.
Masyarakat Gunungkidul berharap agar kasus ini segera terungkap dan menjadi pelajaran berharga agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang. Kami akan terus memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan kasus ini.
(Red)