Yogyakarta, gugat.id – Rektor Universitas Widya Mataram (UWM), Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBSI) yang digelar di Hotel Diradja, Jakarta, Jumat (6/2). Kehadirannya sekaligus mewakili kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pakar AFEBSI.
Rapimnas tersebut diikuti jajaran pengurus AFEBSI dari berbagai daerah di Indonesia. Acara diawali dengan sambutan Ketua Umum AFEBSI Achmad Rozi serta Ketua Dewan Pengawas AFEBSI, Prof. Atang Hermawan.
Dalam sambutannya, Prof. Edy menegaskan bahwa eksistensi AFEBSI akan semakin diakui apabila perannya tidak hanya berorientasi pada kepentingan internal anggota, tetapi juga memiliki kontribusi nyata bagi kepentingan kebangsaan. Menurutnya, AFEBSI harus aktif terlibat melalui pemikiran, kajian, dan rekomendasi strategis di bidang ekonomi dan bisnis nasional.
“AFEBSI harus hadir melalui gagasan dan kajian tentang ekonomi dan bisnis Indonesia, bukan sekadar organisasi profesi semata,” tegas Guru Besar Ilmu Ekonomi tersebut.
Prof. Edy juga menyinggung realitas paradoks Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam dan manusia, namun masih menghadapi persoalan kemiskinan yang serius. Ia menyebutkan, hingga kini masih terdapat lebih dari 25 juta penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan.
“Ini menjadi tantangan besar yang harus dijawab melalui kontribusi keilmuan dan kebijakan yang tepat,” ujar mantan Ketua Forum Rektor Indonesia itu.
Rapimnas AFEBSI juga dihadiri Dekan Fakultas Ekonomi UWM, Dr. Jumadi, S.E., M.M., yang menjabat sebagai Ketua Bidang Akreditasi AFEBSI.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Edy mendorong AFEBSI agar secara berkala menyelenggarakan pelatihan, bimbingan teknis, dan lokakarya, khususnya terkait penjaminan mutu, kemahasiswaan, serta penguatan tata kelola fakultas.
“Langkah ini penting untuk memperkuat kualitas dan daya saing Fakultas Ekonomi dan Bisnis di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
(Red)
(Red)