Gunungkidul, gugat.id – Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Jelok-Watugajah, Gedangsari, Gunungkidul, Selasa (28/1/2025) malam. Dua pelajar asal Klaten mengalami luka-luka setelah sepeda motor yang mereka kendarai kehilangan kendali dan menabrak pembatas jalan sebelum terpental masuk ke jurang sedalam dua meter.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto, S.Pd., dalam keterangannya menyebutkan bahwa insiden terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Korban, Fadlan Adi Pramana Saputra (15) dan Julian Anugrah Pamudi Nugroho (14), sedang dalam perjalanan pulang bersama rekan-rekannya dari Jl. Baru Clongop Gedangsari. Namun, di turunan tajam Jalan Jelok-Watugajah, motor Honda Vario yang mereka tumpangi mengalami rem blong.

“Korban tidak mampu mengendalikan laju kendaraan dan menabrak besi pembatas jalan. Akibatnya, mereka terpental masuk ke dalam jurang sedalam sekitar dua meter,” ujar AKP Suryanto.
Akibat kecelakaan ini, Fadlan mengalami luka robek di kening, bibir atas, serta telapak kaki kiri. Sementara itu, Julian mengalami luka robek di lutut dan jempol kaki kiri. Keduanya langsung dilarikan ke RS Bagas Waras Klaten untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Jalan Ekstrem, Kerap Terjadi Kecelakaan
Jalan Jelok-Watugajah memang dikenal ekstrem dengan turunan curam yang kerap menjadi lokasi kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara motor matik.
“Hampir setiap minggu ada kecelakaan di jalur ini, terutama karena rem blong. Kami mengimbau pengendara motor matik dari luar wilayah agar lebih berhati-hati dan mempertimbangkan jalur alternatif,” tegas AKP Suryanto.
Baca juga: https://www.gugat.id/tragedi-pantai-drini-korban-terakhir-ditemukan-total-4-siswa-meninggal-dunia/
Sebagai langkah pencegahan, Polsek Gedangsari berencana memasang pembatas sementara berupa karung berisi serbuk kayu gergaji di titik rawan kecelakaan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko fatal bagi pengendara yang mengalami insiden serupa di masa mendatang.
Masyarakat yang melintas di jalur ini diimbau untuk selalu memastikan kondisi rem kendaraan dalam keadaan prima serta menghindari kecepatan tinggi, terutama saat melintasi turunan tajam.
(Redaksi)