MALAKA BARAT ,Gugat.id – Semangat iman dan gotong royong ditunjukkan Kanit Binmas Polsek Malaka Barat, AIPDA Sebastianus Seran, bersama warga masyarakat dalam menyambut kedatangan Ina Maria–Nain Feto Malaka. Mereka bergotong royong menghiasi sepanjang ruas jalan Rabasa Wemean hingga Raimataus dengan janur kuning, Selasa (20/10/2026).
Kegiatan penuh kebersamaan ini melibatkan umat Katolik Stasi Weliman Balu, di bawah naungan Paroki St. Yohanes Baptista Besikama. Warga yang berpartisipasi berasal dari Desa Rabasa Wemean, Rabasa Haerain, dan Desa Loofoun.
Dengan penuh antusias, warga memasang janur kuning di sepanjang jalan yang akan dilalui prosesi Ina Maria. Hiasan tersebut menjadi simbol sukacita, penghormatan, dan ungkapan iman umat dalam menyambut momen rohani yang dinantikan bersama.
Di tengah kesibukan warga, AIPDA Sebastianus Seran tampak berbaur tanpa sekat. Ia turut membantu memasang janur kuning sekaligus memberikan semangat kepada masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan budaya gotong royong. Kehadiran AIPDA Seran mendapat apresiasi dari warga. Sebagai Kanit Binmas Polsek Malaka Barat, keterlibatannya dalam kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat menjadi wujud kedekatan Polri dengan warga sekaligus upaya mempererat hubungan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan hari ini adalah wujud iman dan kebersamaan umat. Kita sambut Ina Maria dengan hati bersih dan jalan yang dihiasi,” ujar salah seorang warga Rabasa Haerain.
Pantauan media di lokasi, suasana kekeluargaan terlihat begitu kental. Warga saling membantu, bercengkerama, dan bekerja bersama di bawah rindangnya pohon ketapang. Semangat kebersamaan tersebut mencerminkan antusiasme umat dalam mempersiapkan penyambutan yang penuh makna.
Kegiatan ini tidak sekadar memperindah jalan, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya nilai iman, persaudaraan, toleransi, dan gotong royong di tengah masyarakat Malaka Barat.
Melalui kebersamaan tersebut, warga berharap penyambutan Ina Maria–Nain Feto Malaka dapat berlangsung dengan penuh sukacita, sekaligus memperkuat persatuan dan kerukunan antarwarga.
(D’jan)