Satgas TNI Koops Swasembada Amankan Dua Pucuk Senjata Api Diduga Selundupan dari PNG |

Satgas TNI Koops Swasembada Amankan Dua Pucuk Senjata Api Diduga Selundupan dari PNG

By

MADIUN, gugat.id – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Koops Swasembada, Jumat (06/02/2026), mengamankan temuan berupa dua pucuk senjata api di Kampung Mosso, Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua. Senjata itu diduga hasil selundupan dari Papua Nugini (PNG), oleh pihak yang bekerjasama dengan gerombolan separatisme Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Penemuan itu berkat pendekatan persuasif yang dilakukan secara intensif para prajurit TNI, terhadap informan warga setempat berinisial MLA yang setia kepada Pancasila dan UUD 45. Informan tersebut mengetahui penyembunyian senjata itu di semak-semak, yang kemudian menginformasikannya kepada aparat TNI.

Senjata api yang disinyalir nantinya sebagai perlengkapan para pemberontak OPM, untuk melakukan perlawanan dengan semangat separatisme terhadap pemerintahan yang sah itu, berwujud laras panjang dan pistol. Senjata itu, laras panjang jenis Lee Enfield standart pabrik non organik, dan pistol jenis Barreta.

Selain senjata api, di lokasi yang sama Satgas Koops Swasembada juga mengamankan 6 butir munisi kaliber 7,62 mm, serta 4 butir munisi kaliber 9 mm. Semua barang-barang tersebut ditemukan disemak-semak tertutup dedaunan, serta dalam keadaan terbungkus kain yang dirangkap dalam sebuah karung.

“Informan tersebut mengetahui ada pihak yang menyembunyikan senjata api di lokasi tersebut, kemudian melaporkan kepada TNI, yang langsung melakukan penyisiran dan menemukannya. Senjata dan munisi tersebut dibungkus kain dan karung, berada di semak-semak ditutupi dedaunan. Diduga selundupan dari PNG,” kata Letda TNI Iqbal Fauzan, Pen Satgas Koops Swasembada, kepada koresponden, Senin (09/02/2026).

Hasil temuan tersebut, sebut Iqbal Fauzan, saat ini diamankan di Koops Swasembada untuk dilakukan pemeriksaan. Sedangkan pelakunya saat ini masih dalam proses pendalaman, sebelum akhirnya dilalukan pengejaran dan penangkapan.

Mengutip rilis Pen Satgas Koops Swasembada, keberhasilan itu berawal dari pendekatan humanis yang secara konsisten dilakukan personel Koops Swasembada, kepada segenap masyarakat setempat. Dengan cara itu hingga diperoleh informasi dari MLA, mengenai adanya senjata api yang diduga selundupan dari PNG tersebut.

Interaksi sosial yang dilakukan para personel Koops Swasembada itu, telah berlangsung tak kurang selama enam bulan. Ini sebagai bukti, tugas TNI tidak selalu identik dengan darah dan peluru, melainkan lebih mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menciptakan rasa nyaman guna mendorong kemajuan Papua.

“Keberhasilan ini merupakan buah dari pendekatan humanis yang senantiasa kami bangun bersama masyarakat. Kepercayaan rakyat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas Papua. TNI hadir disisi masyarakat, dalam kesetiaan menjaganya. Hal itu tentu untuk mewujudkan keinginan bersama, Papua yang aman, damai dan sejahtera,” terang Mayjen TNI Novi Rubadi, S.I.P., M.Si., Pangkoops Swasembada. (fin)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!