YOGYAKARTA, gugat.id — Transformasi digital terbukti menjadi penentu penting dalam kesuksesan bisnis ekspor, terutama di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah. Hal ini terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Cahya Purnama Asri, dosen Universitas Widya Mataram yang kini tengah menempuh studi di Universitas Sebelas Maret (8/8/2025).
Penelitian tersebut melibatkan 204 responden dari perusahaan ekspor di DIY dan Jawa Tengah. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan digital karyawan, budaya digital, dan strategi bisnis digital saling berkaitan erat dalam mendorong peningkatan kinerja organisasi.
“Kami menemukan bahwa karyawan dengan kemampuan digital yang tinggi lebih mampu mendukung implementasi strategi bisnis digital yang efektif, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja organisasi,” kata Cahya.
Tidak hanya itu, budaya digital dalam sebuah perusahaan juga terbukti menjadi penopang penting dalam proses adaptasi terhadap perubahan zaman, terutama yang berkaitan dengan perkembangan teknologi dan dinamika pasar.
“Budaya digital yang kuat memungkinkan organisasi untuk lebih responsif terhadap perubahan teknologi dan pasar, sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan inovasi,” lanjutnya.
Meski kepemimpinan digital tidak secara langsung berdampak signifikan terhadap kinerja organisasi, Cahya menekankan bahwa peran pemimpin tetap krusial dalam mengawal proses transformasi digital di lingkungan perusahaan.
“Kepemimpinan digital perlu dioptimalkan untuk mendukung implementasi strategi bisnis digital dan meningkatkan kinerja organisasi,” ujar Cahya.
Ia menyarankan agar perusahaan ekspor lebih serius dalam mengembangkan kemampuan digital karyawan, memperkuat budaya digital, serta menyusun strategi bisnis yang adaptif terhadap era digital.
Baca juga: https://www.gugat.id/micro-retirement-strategi-baru-hidup-seimbang-bagi-generasi-z-dan-milenial/
“Dengan pendekatan yang holistik, transformasi digital yang diinginkan akan tercapai, dan kinerja organisasi pun dapat meningkat secara signifikan,” tambahnya.
Penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi penting bagi para pelaku usaha ekspor dalam menyongsong masa depan industri yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.
“Kami berharap hasil penelitian ini dapat membantu perusahaan ekspor untuk lebih siap dalam menghadapi dinamika pasar global dan meningkatkan daya saing mereka,” pungkas Cahya.
(Redaksi)