Gunungkidul, gugat.id – Jalan turunan tajam di Padukuhan Jelok, Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari, kembali menjadi sorotan setelah serangkaian kecelakaan lalu lintas yang terjadi di jalur tersebut. Untuk mengantisipasi risiko kecelakaan, pihak kepolisian setempat mulai mengambil langkah pencegahan dengan memasang pengaman berupa karung berisi serbuk gergaji di beberapa titik rawan.
Kapolsek Gedangsari, AKP Suryanto, menyebutkan bahwa hampir setiap minggu terjadi kecelakaan tunggal di lokasi ini, terutama yang melibatkan kendaraan roda dua jenis matik.

“Jalan ini memiliki kemiringan yang cukup tajam. Banyak pengendara motor matik mengalami rem blong dan kehilangan kendali saat melewati turunan. Bahkan, pada Selasa (28/1/2025) malam, dua pelajar terpental ke jurang setelah motor yang mereka kendarai menabrak pembatas jalan,” jelasnya.
Berdasarkan laporan warga, banyak pengendara dari luar wilayah yang tidak menyadari betapa ekstremnya jalur ini. Sebagian besar kecelakaan disebabkan oleh kegagalan sistem pengereman saat menghadapi turunan panjang dan tajam.
Baca juga: https://www.gugat.id/rem-blong-dua-pelajar-klaten-terpental-ke-jurang-di-gedangsari/
Sebagai langkah mitigasi, pada Kamis (30/1/2025), petugas Polsek Gedangsari memasang beberapa karung berisi serbuk gergaji di sepanjang jalur turunan. Harapannya, pengaman sederhana ini dapat mengurangi tingkat fatalitas jika terjadi kecelakaan.
“Kami terus mengimbau agar pengendara, khususnya pengguna motor matik, menghindari jalur ini jika tidak benar-benar memahami kondisi jalan. Jika tetap harus melintas, pastikan kendaraan dalam kondisi prima, terutama pada sistem pengereman,” tambah AKP Suryanto.
Selain pemasangan pengaman sementara, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi jangka panjang guna meningkatkan keselamatan berkendara di jalur tersebut. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati, mematuhi rambu lalu lintas, serta tidak memaksakan diri melewati jalur ekstrem jika kondisi kendaraan tidak memungkinkan.
(Redaksi)