SURAKARTA, gugat.id – Suasana haru dan bangga menyelimuti Pendhapa KGPH Djojokusumo, Kampus Kentingan, Jebres, Surakarta, Rabu (16/4/2025), saat Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menggelar Wisuda Periode I Tahun 2025. Sebanyak 335 wisudawan resmi menyandang gelar akademik dari berbagai jenjang—dari Sarjana hingga Doktor. Tak tanggung-tanggung, 140 di antaranya berhasil lulus dengan predikat cumlaude.
Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian para lulusan yang dinilai luar biasa. “Dari 335 wisudawan, terdapat 140 wisudawan dengan predikat istimewa atau cumlaude,” ungkapnya.
Tak hanya itu, ISI Surakarta juga memberikan penghargaan kepada 15 wisudawan terbaik dari tiap program studi yang berhasil menorehkan IPK tinggi dan menyelesaikan studi dalam waktu singkat. Dari program sarjana, nama-nama seperti Hana Loka Kusuma Prameswari (Seni Karawitan, IPK 3,92) dan Fonda Adiwendro (Tari, IPK tertinggi 3,93) menjadi sorotan.

Pada program sarjana terapan, Sopyan Kudhori dari Desain Mode Batik mencetak IPK fantastis 3,98 dalam waktu 3 tahun 5 bulan. Sementara itu, pada program doktor, Aryo Bayu Wibisono tak kalah mencengangkan dengan IPK sempurna 4,00.
Prestasi ini tidak hanya membanggakan kampus, tapi juga menunjukkan bahwa ISI Surakarta terus mencetak lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. “Kegiatan wisuda periode I tahun 2025, walau masih dalam suasana efisiensi pendanaan, menandai awal dari perjalanan baru yang penuh harapan dan kesempatan bagi kalian, para calon seniman dan pemangku budaya yang siap menaklukkan dunia seni,” tutur Rektor dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa peran lulusan ISI tidak hanya sebatas menjadi seniman. Lebih dari itu, mereka adalah agen perubahan yang diharapkan menjaga keaslian seni tradisional, sekaligus mampu mengintegrasikan teknologi informasi dalam dunia kreatif. “Membuka peluang bagi generasi mendatang, menjaga keaslian seni tradisional, dan menggabungkan kekuatan Teknologi Informasi (IT) dengan keindahan seni, adalah tugas mulia yang menanti kalian,” lanjutnya.
Di tengah gempuran era digital, ISI Surakarta berkomitmen untuk menyiapkan lulusannya agar tidak hanya relevan, tetapi juga unggul dan inovatif. “Platform digital bukan hanya menjadi wadah untuk memamerkan karya seni, tetapi juga untuk menjalin komunitas yang luas dan mendunia,” tandasnya.
Baca juga: https://www.gugat.id/sayap-militer-opm-tembak-seorang-prajurit-tni-di-dogiyai/
Tak ketinggalan, wisuda kali ini juga mencatatkan kehadiran wisudawan dari Program Studi di Luar Domisili (PDD) yang menjadi embrio Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) Sulawesi Selatan. Empat wisudawan dari PDD turut diwisuda, mempertegas jangkauan dan komitmen ISI Surakarta dalam menyebarkan nilai-nilai seni ke seluruh penjuru negeri.
Sejak masih berstatus Akademi Seni Karawitan Indonesia hingga menjadi ISI Surakarta, kampus seni kebanggaan Kota Bengawan ini telah meluluskan 8.949 orang—deretan insan seni yang menjadi garda depan dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan Indonesia.
Tak pelak, momen ini menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Ia adalah tonggak harapan, sekaligus panggilan bagi para lulusan untuk menunjukkan eksistensinya di medan seni yang terus berkembang.
(Redaksi)