PALEMBANG, gugat.id – Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Kebudayaan terus berupaya menghidupkan kembali minat masyarakat terhadap sejarah dan budaya lokal. Salah satu langkahnya yakni dengan menggelar Pameran Prangko Para Pendiri Bangsa dan Jumpa Museum 2025 di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, pada 20–24 Oktober 2025.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengatakan kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Kementerian Kebudayaan dan akan dibuka langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
“Ini pertama kalinya pameran prangko bertema Pendiri Bangsa digelar di Indonesia, dan Palembang menjadi kota pembuka. Kita akan menampilkan 80 koleksi prangko bergambar para pendiri negara, lengkap dengan kisah perjuangan mereka,” ujar Sulaiman, Kamis (16/10/2025).
Selain pameran prangko, kegiatan juga menghadirkan pameran pusaka Sriwijaya hasil kerja sama dengan Komunitas Pusaka Sriwijaya, serta berbagai aktivitas edukatif seperti workshop dan seminar filateli. Acara ini juga menjadi ajang pertemuan para pecinta prangko (filatelis) dari seluruh Sumatera Selatan.
Dalam kesempatan yang sama, pengurus Pecinta Filateli Indonesia (PFI) Sumsel akan dikukuhkan secara resmi oleh Menteri Kebudayaan.

Sementara itu, program Jumpa Museum yang digelar pada 20–21 Oktober dikemas dalam bentuk festival budaya. Beragam pertunjukan seni khas daerah akan ditampilkan, mulai dari tari Batanghari Sembilan, seni sastra, hingga musik vokal solo. Acara ini juga menyasar pelajar SD, SMP, dan SMA untuk menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah lokal.
“Kami ingin museum tidak lagi dianggap tempat penyimpanan benda tua, tapi menjadi ruang edukatif dan rekreatif. Melalui event ini, kami berharap masyarakat Palembang makin mencintai sejarah dan budayanya sendiri,” jelas Sulaiman.
Dinas Kebudayaan menargetkan 30 ribu pengunjung ke Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sepanjang 2025. Hingga Oktober ini, jumlah kunjungan baru mencapai 12.500 orang dengan pendapatan retribusi sebesar Rp58 juta dari target Rp80 juta.
Harga tiket museum cukup terjangkau, yakni Rp2.000 untuk anak-anak, Rp5.000 untuk dewasa, dan Rp20.000 untuk wisatawan mancanegara.
Sebagai inovasi lanjutan, Pemkot Palembang tengah menyiapkan studio dan ruang imersif 5 dimensi untuk menampilkan film sejarah Sriwijaya dan Kesultanan Palembang, yang diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.
“Kami bekerja keras agar dua bulan terakhir tahun ini bisa menutup target kunjungan. Museum ini saksi sejarah kejayaan Palembang Darussalam, dan sudah saatnya masyarakat menjadikannya bagian dari kebanggaan,” tutupnya.
(Redaksi/Don)