Penipu Lowongan Kerja Freeport diarak Warga Tegal, Kini Diamankan Polisi |

Penipu Lowongan Kerja Freeport diarak Warga Tegal, Kini Diamankan Polisi

By

Tegal, Gugat.id – Seorang pria bernama Joko (41) harus menanggung malu setelah diarak warga dari Alun-alun Kota Tegal hingga ke Polres Tegal Kota, Senin (3/11/2025) malam. Ia diamankan warga karena diduga melakukan penipuan lowongan kerja (loker) fiktif yang mengatasnamakan PT Freeport Indonesia. Aksi arak-arakan Joko yang hanya mengenakan celana panjang tanpa baju itu pun viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terdengar warga berteriak “Penipu! Penipu!” sambil mengiringi langkah pelaku menuju kantor polisi.

Salah satu korban, Rokhmatun Nisa, mengungkapkan bahwa kasus penipuan ini telah berlangsung lama dan memakan banyak korban. “Penipuan loker PT Freeport. Korbannya sudah sekitar 600 orang, uangnya gak balik, kerjanya juga gak dapet,” ujarnya. Para korban dijanjikan bisa bekerja di PT Freeport dengan syarat membayar sejumlah uang administrasi.

Sementara itu, dalam video pernyataannya yang juga beredar, Joko mengaku bersalah dan berjanji akan mengembalikan uang para korban. “Saya sudah melakukan kesalahan, merekrut orang untuk kerja di PT Freeport dan meminta uang administrasi Rp75.000 per orang padahal tidak ada lowongan. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan tersebut dan akan mengembalikan semua uang serta berkas peserta,” ucap Joko dalam video tersebut. Ia juga menandatangani surat pernyataan siap membayar denda Rp25 juta dan diproses hukum jika tidak menepati janjinya.

Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Eko Setiabudi, membenarkan penangkapan pelaku. “Tadi malam pelaku diamankan warga dan dibawa ke Polres Tegal Kota. Saat ini kami masih mendalami kerugian yang dialami korban,” kata AKP Eko, Selasa (4/11/2025). Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya telah memeriksa sekitar 40 orang korban, dengan nominal uang yang disetorkan berkisar antara Rp75.000 hingga Rp100.000 per orang.

Setelah kita total, jumlah kerugian sementara sekitar Rp4.750.000, semuanya diserahkan secara tunai, tidak ada melalui transfer. Pelaku menjanjikan bisa bekerja di Freeport Papua dengan alasan biaya lamaran, tes mata, dan administrasi lainnya,” terang AKP Eko. Ia menambahkan, polisi masih menyelidiki apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini.

Hingga kini, jumlah korban masih terus bertambah. “Untuk sementara baru 20 orang yang sudah kami periksa, tapi informasinya bisa mencapai ratusan. Kami imbau bagi masyarakat yang merasa pernah menjadi korban agar segera melapor ke Polres Tegal Kota,” pungkas AKP Eko.

Pewarta: R. latief

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!