MADIUN, gugat.id – Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui sayap militernya, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), menuduh TNI melakukan serangan brutal hingga mengakibatkan tewasnya seorang warga sipil, Minggu (10/05/2026).
Insiden itu, menurut juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, terjadi di wilayah pegunungan Distrik Idadagi, Distrik Dogiyai, Kabupaten Dogiyai, Papua Pegunungan. Korban yang disebutnya warga sipil adalah seorang pria bernama Nopison Tebai, warga Kampung Idadagi. Korban terlentang di rerumputan dalam kerubungan sejumlah warga.
Meski dibilang warga sipil, namun ciri-ciri atribut yang dikenakan korban merujuk umumnya yang digunakan para separatis bersenjata OPM. Ciri-ciri tersebut, korban mengenakan kaos doreng lengan panjang, celana pendek warna gelap, sepatu boot karet, glove half finger (kaos tangan setengah jari) dan atribut lainnya.
Indikator lebih nyata yang mengarah status korban sebagai bagian dari pejuang OPM, sisi dada kaos yang dikenakannya bertuliskan WPNLA, yang merujuk pada akronim West Papua National Liberation Army. Dimana WPNLA tak lain adalah Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), yakni sayap tempur OPM.
Kepada koresponden, Sebby Sambom mengirim video pendek durasi 0,09 detik, yang menggambarkan korban tengah dalam kerubutan sejumlah orang. Para pengerubut adalah sejumlah pria bersenjata parang, anak panah dan laras panjang. Sambom juga membumbui dengan narasi pendek: Penembakan oleh TNI terhadap warga sipil di Kampung Idadagi.
“Korbannya warga sipil. Penembakan brutal dilakukan TNI. Ini sebagai kronologis sementara. Lebih lengkapnya kami kirim menyusul,” kata Sambom tertulis.
Sementara Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, yang dihubungi koresponden melalui pesan pendek, pihaknya masih melakukan pengecekan kebenaran atas informasi tersebut.
“Saya cek (dulu kebenarannya) ya, Bang,” jelas Wirya Arthadiguna.
(Redaksi/fin)