MADIUN, gugat.id – Satuan tugas TNI di bawah kendali Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III bersama Koops Habema, berhasil menyita berbagai macam perlengkapan yang dipergunakan separatis OPM dalam melakukan pemberontakannya.
Dalam pada itu, aparat TNI tiga matra sekaligus juga berhasil melumpuhkan sejumlah tokoh penting yang terlibat dalam misi mimpi OPM. Mereka yang dilumpuhkan antara lain Yesias Mate, Army Kogoya, Bilip Kobak, Dinus Tigau, Manuel Yohanes Aimau, Hurbianus Murip, Alfon Sorry, Jeki Murip, Lau Gwijange, Ket Gwijangge, Peltu Usmabul, Serlu Wonimbo serta tiga anggota lain di wilayah Pinai.
Sedangkan ‘Alutsista’ milik OPM yang berhasil dirampas TNI antara lain, puluhan senjata api berbagai jenis, puluhan senjata tajam berbagai jenis, ratusan butir amunisi berbagai kaliber, sejumlah alat pengintai, sejumlah uang tunai serta berbagai atribut separatis berupa Bendera Bintang Kejora.
Hal itu terungkap dalam evaluasi tugas sejak awal tahun hingga Mei ini, yang disampaikan dalam acara jumpa pers dipimpin Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto, yang digelar di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Jumat (08/05/2026)
“Yang kami ingin pastikan adalah masyarakat, tak terkecuali, dapat menjalankan aktivitasnya setiap hari dengan aman. Anak-anak dapat bersekolah dengan tenang dan nyaman. Hingga gilirannya roda pembangunan di Papua terus berjalan tanpa hambatan,” tegas Lucky Avianto, dalam rilis yang dikirim Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, kepada koresponden, Minggu (10/05/2026).
Ditandaskan Lucky Avianto, eskalasi kekerasan yang dilakukan gerombolan separatis bersenjata OPM terjadi di sejumlah wilayah di Papua. Namun, menghadapi situasi itu prajurit TNI meresponnya dengan cepat, taktis dan tetap profesional.
Seluruh operasi prajurit TNI di Papua, jelasnya, berlangsung dalam aturan main yang ketat berdasarkan Rules of Engagement (ROE), dengan senantiasa memperhatikan hukum, hak asasi manusia dan prinsip kemanusiaan.
“Jadi, TNI memegang teguh prinsip keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi. Perlindungan terhadap masyarakat sipil Papua menjadi prioritas utama setiap operasi,” papar Lucky Avianto.
Baca juga: https://www.gugat.id/opm-tuduh-tni-tembak-mati-warga-sipil-namun-berciri-pemberontak-negara/
Keberhasilan mematahkan dan membendung laju dan ruang gerak OPM, pandang Lucky, tak luput dari kerja bareng yang sinergis antara TNI, pemerintah daerah, aparat keamanan serta dukungan penuh masyarakat Papua.
Lucky Avianto menambahkan, semua yang dilaksanakan prajurit TNI di Papua merupakan tugas negara. Tugas yang beresiko. Karenanya, dia menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada prajurit TNI yang gugur sebagai bunga bangsa dalam menjalankan tugasnya di Papua.
Di sisi akhir Lucky menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan. Namun begitu, TNI menghimbau agar seluruh lapisan masyarakat di Papua tidak gampang terpengaruh informasi tidak jelas alias hoaks, yang potensi memicu keresahan di tengah masyarakat.
(Redaksi/fin)