Mahasiswa Desain Mode Batik ISI Surakarta Perkenalkan Filosofi Keselamatan lewat Batik Tema Damkar |

Mahasiswa Desain Mode Batik ISI Surakarta Perkenalkan Filosofi Keselamatan lewat Batik Tema Damkar

By

SURAKARTA, Gugat.id – Adinda Putri Febri Susanti, mahasiswa Program Studi Desain Mode Batik (DMB) FSRD ISI Surakarta, menciptakan karya batik dekoratif dan selendang khas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Surakarta. Karya ini merupakan bagian dari puncak Program Mahasiswa Berdampak (PMB) skema Proyek Kemanusiaan yang berlangsung sejak April hingga 24 Juli 2026.

Karya bertajuk “Brama Tirta Wibawa” ini merepresentasikan tiga unsur utama: Brama (api/tantangan), Tirta (air/penyelamat), dan Wibawa (kekuatan dari dedikasi). Motifnya memadukan elemen APAR, helm, selang pemadam, serta stilasi logo Damkar yang terinspirasi dari falsafah Jawa Sedulur Papat Lima Pancer sebagai simbol keseimbangan dalam bertugas. Selain itu, terdapat motif tumpal di bagian bawah selendang sebagai simbol doa keselamatan bagi para petugas.

Koordinator Program Studi Desain Mode Batik FSRD ISI Surakarta, Agung Cahyana, ST., M.Eng., menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. “Kami sangat bangga atas kontribusi nyata mahasiswa dalam mengimplementasikan keilmuan di masyarakat. Melalui Proyek Kemanusiaan ini, batik membuktikan perannya yang fleksibel; tidak hanya menjadi identitas budaya dan karya seni, tetapi juga bertransformasi sebagai media edukasi kreatif untuk mengenalkan nilai kemanusiaan serta kesiapsiagaan keselamatan kepada publik,” ujarnya.

Adinda Putri Febri Susanti mengungkapkan bahwa perancangan batik ini tidak hanya bertujuan memenuhi capaian Program Mahasiswa Berdampak FSRD ISI Surakarta, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan nilai-nilai kemanusiaan dan peran Dinas Pemadam Kebakaran kepada masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya. Menurutnya, dirancang sebagai upaya menghadirkan identitas khas bagi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surakarta. Mengingat Surakarta merupakan Kota Budaya sekaligus salah satu pusat perkembangan batik di Indonesia, karya ini diharapkan dapat menjadi bentuk kolaborasi antara pelestarian budaya dengan pengenalan nilai-nilai kemanusiaan yang dimiliki Damkar.

Puncak acara dilaksanakan bertepatan dengan Hari Kebaya Nasional pada Jumat, 24 Juli 2026, melalui workshop membatik bersama ibu-ibu Dharma Wanita Damkar Surakarta. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pelestarian budaya sekaligus meningkatkan kesadaran gotong royong dan keselamatan di masyarakat.

(Red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!