GUNUNGKIDUL, Gugat.id — Menjelang Pemilihan Lurah (Pilur) Serentak 2026, nama Suroso, 49, kembali mencuat sebagai salah satu figur yang siap berkontestasi di Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, Gunungkidul.
Lurah petahana tersebut menyatakan kesiapannya untuk kembali maju dan melanjutkan pengabdian kepada masyarakat. Berbekal pengalaman satu periode memimpin pemerintahan kalurahan, Suroso ingin meneruskan berbagai program pembangunan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Warga Dusun Kranon RT 02/RW 07, Kalurahan Kanigoro, itu membawa pengalaman pemerintahan, rekam jejak transparansi, serta komitmen untuk menjalankan program secara tepat sasaran sebagai modal dalam menghadapi Pilur 2026. Selama memimpin Kanigoro, Suroso mengaku terus mendorong keterbukaan dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan. Salah satunya dalam pengawalan berbagai program bantuan dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten.
“Alhamdulillah, selama ini pengawalan program dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten sudah kami kawal dengan baik dan transparan. Penyaluran bantuan juga sudah sangat tepat sasaran,” kata Suroso.
Menurutnya, ketepatan sasaran program pemerintah sangat bergantung pada validitas data dan komunikasi yang baik dengan masyarakat. Karena itu, setiap bantuan yang diterima kalurahan diupayakan melalui pendataan serta koordinasi bersama pamong dan tokoh masyarakat.
Jika kembali mendapatkan kepercayaan warga, Suroso bertekad meningkatkan kinerja pemerintahan Kalurahan Kanigoro. Ia menilai pembangunan tidak mungkin berjalan hanya mengandalkan lurah, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.
“Ke depan saya ingin berjuang meningkatkan kinerja pemerintahan kalurahan lebih baik lagi. Tapi semua itu tidak bisa berjalan sendiri. Harus didukung oleh semua pihak,” tegasnya.
Ia menyebut soliditas pamong dan partisipasi masyarakat menjadi dua kekuatan penting dalam menjalankan roda pemerintahan. Pamong, menurutnya, harus mampu bekerja secara profesional dan memberikan pelayanan terbaik karena menjadi garda terdepan pemerintah kalurahan.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan terus menjaga keguyuban, aktif dalam pembangunan, serta memberikan kritik dan masukan yang konstruktif.
“Kalurahan dan masyarakat itu satu kesatuan. Tanpa dukungan warga, program sebagus apa pun tidak akan jalan,” ujarnya.
Suroso sendiri bukan sosok baru bagi masyarakat Kanigoro. Lahir dan besar di Dusun Kranon, ia mengaku memiliki kedekatan dengan warga dan memahami berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Pengalaman satu periode memimpin menjadi bekal untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis. Ia berharap pembangunan yang sudah berjalan dapat diteruskan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
Ke depan, Suroso juga melihat masih terbuka peluang besar untuk mengembangkan potensi Kanigoro, terutama sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata berbasis desa. Pengembangan potensi tersebut dinilai membutuhkan sinergi antara pemerintah kalurahan dan masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan, ia berharap Kanigoro dapat tumbuh menjadi kalurahan yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.
“Mohon doa restu dan dukungan dari seluruh warga Kanigoro. Mari kita lanjutkan pembangunan ini bersama-sama, untuk Kanigoro yang lebih baik,” pungkasnya.
(Red)