GUNUNGKIDUL, Gugat.id – Sosok Suhut, S.H., 59 tahun, kembali menjadi perhatian masyarakat Padukuhan Kepek, Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedekatannya dengan warga serta keterlibatannya dalam berbagai persoalan masyarakat membuat namanya cukup dikenal di tengah warga.
Bagi masyarakat Kepek, Suhut bukan sosok yang hanya hadir ketika ada kegiatan resmi pemerintahan. Ia dikenal aktif berinteraksi dengan warga, mendengarkan berbagai keluhan, sekaligus ikut mengawal sejumlah kebutuhan masyarakat agar dapat ditindaklanjuti melalui pemerintahan kalurahan.
Selama menjalankan tugas sebagai lurah, Suhut juga disebut mampu membangun suasana kebersamaan di tengah masyarakat. Komunikasi antara pemerintah kalurahan dan warga terus dijaga melalui berbagai kegiatan serta pendekatan langsung di lingkungan masyarakat.
Kepeduliannya terhadap warga juga terlihat ketika terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan. Sejumlah warga menyebut Suhut tidak jarang memberikan bantuan menggunakan kepedulian pribadinya, mulai dari membantu kebutuhan sehari-hari, warga yang membutuhkan biaya pengobatan, perbaikan rumah, hingga memberikan perhatian kepada lansia yang hidup seorang diri dan anak yatim.
“Pak Suhut itu orangnya tulus. Kalau ada warga sakit atau sedang kesulitan, beliau berusaha membantu. Tidak selalu diumumkan, tetapi warga bisa melihat sendiri kepeduliannya,” ungkap salah seorang warga Kepek.
Selain dikenal memiliki kepedulian sosial, Suhut juga dinilai cukup aktif menyerap aspirasi masyarakat. Ia kerap turun langsung ke lingkungan padukuhan dan berdialog dengan berbagai kelompok, termasuk petani, pedagang, ibu-ibu, serta kalangan pemuda.
Berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat, seperti kondisi jalan, saluran air, bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga kebutuhan lapangan kerja, menjadi bahan yang diperhatikan untuk kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait di tingkat Kapanewon maupun Kabupaten.
Dalam menjalankan pemerintahan kalurahan, Suhut juga mengedepankan kerja sama dengan pamong kalurahan dan Bamuskal. Sinergi tersebut dinilai penting agar komunikasi antara pemerintah dan masyarakat tetap berjalan baik serta setiap program dapat dilaksanakan secara efektif.
Perhatian lain yang menjadi bagian dari pengawalan pemerintahan adalah memastikan berbagai program bantuan pemerintah dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar memenuhi kriteria. Mulai dari PKH, BPNT, BLT, bantuan bagi pelaku UMKM, hingga program yang berkaitan dengan kebutuhan petani terus mendapat perhatian agar pelaksanaannya sesuai dengan ketentuan.
“Program pemerintah itu ditujukan untuk membantu masyarakat. Karena itu, kita harus bersama-sama mengawal agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga yang membutuhkan,” ujar Suhut.
Sejumlah warga menilai pengalaman dan kedekatan Suhut dengan masyarakat menjadi modal penting dalam menjalankan pemerintahan. Bagi mereka, sosok pemimpin yang mau turun langsung, mendengarkan persoalan warga, serta menjaga kebersamaan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan Kalurahan Kepek.
Dengan rekam jejak keterlibatan di tengah masyarakat dan komitmen terhadap pelayanan, Suhut, S.H., dinilai masih memiliki tempat tersendiri di hati sebagian warga Kepek yang menginginkan pemerintahan kalurahan terus berjalan dengan semangat kebersamaan, kepedulian, dan kerja nyata.
(Red)