YOGYAKARTA, Gugat.id — Delegasi mahasiswa dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali mengukir prestasi gemilang di kancah nasional. Dalam ajang bertajuk Jogja Essay Competition (JEC) 2026 yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Universitas Gadjah Mada (UGM), tim mahasiswa seni ini sukses memboyong Medali Emas (Gold Medal) pada subtema Budaya dan Pariwisata, sekaligus mengamankan predikat Juara Harapan 2 untuk kategori presentasi dan karya akhir.
Capaian membanggakan ini diraih oleh tim yang beranggotakan tiga mahasiswa Program Studi Tari, yakni Amrizar Pratama, Iranta, dan Naila Kusuma Wardani. Di bawah bimbingan dan pengawalan akademis dari Dr. Katarina Indah Sulastuti, S.Sn., M.Sn., mereka berhasil menyusun serta mempertahankan argumentasi ilmiah berbasis kebudayaan yang dinilai sangat solutif dan inovatif oleh dewan juri.
Prestasi ini sekaligus mematahkan stigma kaku dalam dunia keilmuan. Tim ISI Surakarta membuktikan bahwa mahasiswa disiplin seni pertunjukan tidak hanya unggul dalam praktik kekaryaan di atas panggung, tetapi juga memiliki kedalaman analisis kritis serta wawasan akademis yang tajam dalam merespons isu-isu strategis pemajuan budaya Nusantara.
Menanggapi capaian tersebut, Ketua Jurusan Tari ISI Surakarta, Dr. Matheus Wasi Bantolo, S.Sn., M.Sn., menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mahasiswa yang telah mengharumkan nama institusi di tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Tari ISI Surakarta tidak hanya memiliki keunggulan dalam praktik dan penciptaan karya seni, tetapi juga mampu melahirkan gagasan-gagasan ilmiah yang kritis, inovatif, dan solutif. Kami berharap capaian ini dapat memotivasi seluruh mahasiswa untuk terus mengembangkan budaya riset, memperkuat tradisi akademik, serta berkontribusi nyata dalam pemajuan seni, budaya, dan pariwisata Indonesia,” ujar Dr. Matheus Wasi Bantolo, S.Sn., M.Sn.
Ajang JEC 2026 sendiri merupakan kompetisi ilmiah tingkat nasional yang diinisiasi atas kolaborasi Ruang Inovasi Sains dan Karya Ilmiah (RISKI) bersama Ikatan Mahasiswa Sastra Arab (IKMASA) UGM. Pada gelaran tahun ini, kompetisi berlangsung sengit dengan melibatkan sekitar 300 tim delegasi dari puluhan Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Perguruan Tinggi Swasta (PTS), hingga tingkatan SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai pelosok Indonesia.
Dalam kompetisi tersebut, para peserta diuji melalui enam bidang / subtema utama, mencakup Pariwisata & Budaya, Pendidikan, Teknologi, Sosial & Ekonomi, Lingkungan, serta Kesehatan.
Keberhasilan delegasi Prodi Tari ISI Surakarta menembus persaingan ketat di ajang nasional ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh civitas akademika ISI Surakarta untuk terus melahirkan riset serta karya-karya ilmiah yang responsif, relevan, dan berdampak nyata bagi masyarakat luas.
(Red)