Surakarta, Gugat.id -Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta menjadi ruang perjumpaan bagi para mahasiswa, seniman, akademisi, dan pegiat kebudayaan dalam Pameran Seni Lukis “Alam dan Lingkungan Hidup” yang merupakan bagian dari program Belajar Bersama Maestro. Pameran ini resmi dibuka pada Selasa, 11 Agustus 2026 dan akan berlangsung hingga Sabtu, 15 Agustus 2026.
Pembukaan pameran ditandai dengan sambutan sekaligus peresmian oleh Riris Purbasari, S.S., M.A., selaku Kepala Balai Pelestari Kebudayaan Jawa Tengah.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari KRT. Sumari Adhiwibaksa, Pamong Budaya Ahli Madya Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sekaligus PIC Program Belajar Bersama Maestro. Selanjutnya, Empu I Gusti Nengah Nurata, Empu Seni Lukis ISI Surakarta, menyampaikan pengantar pameran yang menjadi bagian penting dalam membuka konteks dan gagasan di balik penyelenggaraan pameran.
Rangkaian sambutan kemudian dilanjutkan oleh Dekan FSRD ISI Surakarta, Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn., serta Wakil Rektor Bidang Akademik ISI Surakarta, Dr. Drs. H. M. Arif Jati Purnomo, M.Sn., sebelum akhirnya ditutup dengan sambutan sekaligus pembukaan pameran oleh Riris Purbasari, S.S., M.A.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain menyampaikan antusias yang luar biasa atas kegiatan ini. Salah satunya berkat keberhasilan salah satu mahasiswa seni murni FSRD ISI Surakarta yang berhasil menjadi bagian dari sepuluh mahasiswa terpilih dalam kegiatan Belajar Bersama Maestro.
“Saya berharap ini menjadi penggerak untuk mahasiswa lainnya agar punya kesempatan yang sama untuk menjadi seniman muda berprestasi yang terus haus dengan seni serta keilmuan. Ini juga menjadi hal baru bagi FSRD ISI Surakarta karena mendapatkan kesempatan untuk menyambut seniman muda berbakat,” ucap Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pimpinan dan akademisi dari perguruan tinggi seni, di antaranya Dekan FSRD Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Kaprodi Seni Murni Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Kaprodi Seni Murni ISI Yogyakarta.
Program Belajar Bersama Maestro sendiri diikuti oleh 10 mahasiswa yang terpilih melalui proses seleksi dari sejumlah perguruan tinggi seni di Indonesia. Para peserta terdiri atas 2 mahasiswa ISI Yogyakarta, 2 mahasiswa ISI Bali, 3 mahasiswa UNS, 1 mahasiswa ISI Surakarta, dan 2 mahasiswa IKJ.
Kehadiran para mahasiswa dari berbagai institusi tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang pembelajaran lintas perguruan tinggi melalui perjumpaan langsung dengan maestro. Program ini tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan artistik, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk berdialog, bertukar pengalaman, serta memahami proses dan pemikiran di balik praktik seni. Pameran “Alam dan Lingkungan Hidup” kemudian menjadi salah satu ruang untuk memperlihatkan hasil proses pembelajaran tersebut kepada publik. Karya-karya yang dipamerkan menjadi representasi dari proses kreatif dan pengalaman belajar para peserta dalam program Belajar Bersama Maestro.
Peresmian pameran kemudian ditandai dengan prosesi pembukaan secara simbolis. Setelah peresmian, para tamu undangan dan hadirin diajak untuk meninjau serta menikmati karya-karya yang dipamerkan. Melalui penyelenggaraan pameran ini, FSRD ISI Surakarta menjadi bagian dari ruang perjumpaan antara generasi muda, maestro, perguruan tinggi seni, dan institusi kebudayaan dalam memperkuat ekosistem pembelajaran serta apresiasi seni di Indonesia.
(Red)