Surakarta, Gugat.id – Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta turut berpartisipasi dalam Soft Launching Tahir Solo Museum atau Museum Budaya, Sains, dan Teknologi Bengawan Solo yang berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026. Museum yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Pedaringan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta ini dihadirkan sebagai ruang publik yang mengintegrasikan budaya, sains, dan teknologi dalam pengalaman edukatif sekaligus kreatif bagi masyarakat.
Keterlibatan FSRD ISI Surakarta menjadi wujud nyata komitmen perguruan tinggi seni dalam membangun kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem seni, desain, pendidikan, dan kebudayaan. Pada momentum pembukaan museum tersebut, FSRD ISI Surakarta menghadirkan pameran karya yang melibatkan empat program studi, yakni Program Studi Seni Murni, Program Studi Kriya, Program Studi Desain Interior, dan Program Studi Fotografi.
Beragam karya yang dipamerkan merepresentasikan kekayaan gagasan, eksplorasi artistik, serta inovasi desain yang berkembang di lingkungan akademik FSRD ISI Surakarta. Kehadiran empat program studi dalam satu ruang pamer menjadi cerminan kuatnya kolaborasi lintas disiplin dalam menghasilkan karya yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mampu merespons perkembangan ruang budaya dan kebutuhan masyarakat.
Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Surakarta, Dr. Handriyotopo, S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kolaborasi antara seni, sains, dan teknologi merupakan langkah strategis dalam menjawab tantangan zaman.
“Seni tidak boleh tinggal di menara gading akademis; ia harus hidup dan berdialog dengan sains serta teknologi di tengah denyut nadi masyarakat. Kehadiran karya anak-anak muda FSRD ISI Surakarta di Tahir Solo Museum adalah wujud nyata bagaimana estetika tradisi dan kontemporer melebur menjadi energi masa depan, membuktikan bahwa ruang publik kita sanggup berbicara dalam bahasa peradaban global tanpa kehilangan akar budaya lokalnya.”

Melalui kehadiran Tahir Solo Museum, masyarakat memperoleh ruang baru untuk menikmati sekaligus memahami hubungan erat antara budaya, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Kolaborasi ini juga menjadi media bagi sivitas akademika FSRD ISI Surakarta untuk menghadirkan karya yang lebih dekat dengan publik serta memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan ruang budaya yang inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, kerja sama antara FSRD ISI Surakarta dan Tahir Solo Museum diharapkan terus berkembang melalui berbagai program pameran, riset, edukasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen FSRD ISI Surakarta untuk terus menghasilkan karya yang inovatif, memperluas jejaring kolaborasi, serta memperkuat peran perguruan tinggi seni dalam mendorong kemajuan seni, desain, dan kebudayaan Indonesia di tingkat nasional maupun global.
(Redaksi)