Tegal, Gugat.id – Tingginya permintaan sarung goyor dari pasar internasional mendorong PT Asaputex Jaya melalui Sarung Pohon Korma terus memperluas program pelatihan menenun secara gratis bagi masyarakat. Program tersebut disiapkan untuk mencetak pengrajin baru sekaligus memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.
Pemilik PT Asaputex Jaya, Jamaludin Alkatiri, mengatakan sentra tenun di Desa Pacul kini genap beroperasi selama satu tahun. Selama periode tersebut, lokasi itu telah menyerap sekitar 600 tenaga kerja baru, sementara total tenaga kerja di seluruh unit usahanya telah mencapai sekitar 2.400 orang.
“Saya targetkan nanti akhir tahun atau setelah Lebaran jumlah tenaga kerja mencapai 2.500 orang. Kami mengutamakan lulusan baru yang belum memiliki pekerjaan. Semua kami latih gratis, bahkan peserta mendapatkan makan siang dan uang transport sampai benar-benar bisa menenun,” ujar Jamaludin.
Selain pelatihan tanpa biaya, peserta yang telah memiliki keterampilan dipersilakan bekerja di PT Asaputex Jaya maupun di sentra-sentra tenun lainnya di Kabupaten Tegal. Jamaludin menjelaskan, alasan utama perusahaan membuka pelatihan secara berkelanjutan adalah tingginya permintaan pasar ekspor yang hingga kini belum mampu dipenuhi.
“Permintaan ekspor sangat luar biasa, terutama dari Afrika dan Timur Tengah. Saat ini industri tenun di Kabupaten Tegal dan Pemalang baru mampu memenuhi sekitar 20 persen dari total permintaan. Kendala kami sekarang bukan pemasaran, tetapi masih kurangnya pengrajin,” katanya.

Ia menegaskan, sarung goyor memiliki keunggulan karena seluruh proses pembuatan motif dilakukan secara manual, mulai dari menggambar, mengikat, hingga melepaskan ikatan benang. Proses tersebut tidak dapat digantikan oleh mesin sehingga kualitas dan nilai seninya tetap terjaga.
Untuk meningkatkan semangat para pengrajin, perusahaan juga rutin menggelar program family gathering setiap bulan. Puluhan pengrajin diajak mengunjungi destinasi wisata di Kabupaten Tegal, seperti Guci, Rodjo Tater, dan Waduk Cacaban. Seluruh biaya perjalanan, konsumsi, tiket masuk hingga uang saku ditanggung perusahaan. Para peserta juga diberi tantangan membuat konten promosi wisata dengan hadiah uang tunai bagi karya terbaik.
Sementara itu, Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal, Aminatul Islamiyah, menyatakan pihaknya siap berkolaborasi melalui program Sekolah Ekonomi Produktif yang akan memberikan pelatihan menenun kepada anggota Fatayat NU.
“Kami akan memberdayakan perempuan-perempuan muda melalui pelatihan tenun dari awal hingga menghasilkan produk yang siap dijual. Pelatihannya gratis dan diperuntukkan bagi anggota yang berminat bekerja,” ujar Aminatul.
Melalui kolaborasi tersebut, PT Asaputex Jaya dan PC Fatayat NU Kabupaten Tegal berharap semakin banyak masyarakat, khususnya perempuan muda, memiliki keterampilan menenun sehingga mampu memperluas kesempatan kerja sekaligus memperkuat industri sarung goyor sebagai produk unggulan Kabupaten Tegal.
Pewarta : Iqbal R