Tegal, Gugat.id – Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, mengunjungi Pabrik Sarung Pohon Korma milik PT Asaputex Jaya di Desa Pacul, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses produksi sarung goyor yang telah menjadi salah satu komoditas ekspor unggulan daerah.
Didampingi Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Tegal, Aminatul Islamiyah, Bupati meninjau proses pembuatan sarung goyor yang masih menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Teknik tenun tradisional tersebut dinilai menjadi keunggulan karena menghasilkan motif khas yang tidak dapat diproduksi menggunakan mesin.
Dalam kesempatan itu, Ischak mengungkapkan bahwa sarung goyor asal Kabupaten Tegal telah dipasarkan hingga ke 12 negara, terutama di kawasan Afrika. Menurutnya, industri tersebut tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja.

“Ini luar biasa bahwa produknya berkualitas dan tidak hanya memproduksi sarung-sarung berkualitas, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sekitar,” ujar Ischak.
Ia menjelaskan, sebagian besar tenaga kerja berasal dari wilayah sekitar pabrik, seperti Dawuhan, Kaladawa, Getaskerep, dan desa-desa lainnya di Kabupaten Tegal. Sistem kerja yang diterapkan juga cukup fleksibel karena pengrajin dibayar berdasarkan jumlah hasil tenun yang diselesaikan.
Menurutnya, seorang pengrajin dapat menghasilkan 10 hingga 13 potong sarung dalam sepekan. Dengan upah berkisar Rp60 ribu hingga Rp75 ribu per potong, penghasilan yang diperoleh dapat mencapai sekitar Rp3 juta setiap bulan.
“Harapannya kesejahteraan masyarakat meningkat, daya beli masyarakat juga meningkat, sehingga pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tegal semakin baik,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tegal, PC Fatayat NU Kabupaten Tegal, dan PT Asaputex Jaya untuk memperluas pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan keterampilan menenun.
“Kami membawa PC Fatayat NU agar anggotanya mendapatkan pelatihan, dan setelah siap nantinya dapat bekerja di pabrik Pak Haji Jamal. Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat Kabupaten Tegal agar kesejahteraannya semakin meningkat,” pungkas Ischak.
Pewarta : Iqbal R