Yogyakarta, Gugat.id – Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Yogyakarta menggelar Kampanye Udara Bersih Jogjaku melalui layanan uji emisi kendaraan bermotor dan pemantauan kualitas udara ambien, Senin (26/10/2026). Kegiatan di area parkir UKDW ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Duta Wacana.
Uji emisi kendaraan berlangsung pukul 08.30–12.00 WIB, sedangkan pemantauan kualitas udara
ambien di tepi jalan (roadside) dijadwalkan pukul 08.30–21.30 WIB. Layanan uji emisi diberikan secara gratis untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Rektor UKDW, Dr.-Ing. Wiyatiningsih, S.T., M.T., mengapresiasi kolaborasi dengan DLH Kota Yogyakarta. Menurutnya, mobilitas mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menggunakan kendaraan bermotor menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan lingkungan kampus.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota
Yogyakarta menggelar Kampanye Udara Bersih Jogjaku melalui layanan uji emisi kendaraan bermotor dan pemantauan kualitas udara ambien, Senin (26/10/2026). Kegiatan di area parkir UKDW ini merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Duta Wacana.
“Kedatangan mahasiswa, dosen, dan karyawan yang semuanya membawa kendaraan bermotor baik itu mobil maupun motor, pasti akan memberikan dampak terhadap kualitas udara,” ujar Wiyatiningsih.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk melaksanakan pemantauan emisi kendaraan secara berkala. UKDW juga akan meminta arahan DLH Kota Yogyakarta mengenai frekuensi pelaksanaan dan langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak aktivitas kampus terhadap lingkungan.
“Kami akan mempromosikan ini menjadi bagian yang rutin, dengan standar yang sesuai dengan
peraturan yang berlaku, kami mohon bimbingan dan arahan supaya dampak dari kampus UKDW
semakin nyata, bahwa kita tidak memberikan dampak yang buruk terhadap kualitas lingkungan,
tetapi dampaknya adalah dampak yang baik,” katanya.
Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, S.I.P., M.Si., menjelaskan bahwa uji emisi membantu
mengetahui kondisi emisi kendaraan bermotor. Hasil pemeriksaan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemilik kendaraan untuk melakukan perawatan apabila diperlukan.
Rajwan juga menyoroti pentingnya pemantauan kualitas udara seiring perubahan aktivitas
masyarakat sepanjang hari. Menurutnya, kualitas udara di Kota Yogyakarta secara umum masih
tergolong baik, meskipun pada waktu tertentu terjadi peningkatan pencemaran, terutama ketika
mobilitas masyarakat meningkat pada pagi dan sore hari.
“Kalau kita melihat secara umum, kualitas udara ini di Kota Yogyakarta masih baik. Hanya di
waktu-waktu tertentu itu memang agak tinggi, terutama pada pagi antara pukul 06.00 sampai pukul 08.00 saat berangkat kerja, kantor, sekolah, juga saat sore hari,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan uji emisi untuk mengetahui kondisi kendaraan
masing-masing. Kendaraan yang memenuhi kriteria akan memperoleh stiker tanda lolos uji,
sedangkan kendaraan yang belum memenuhi kriteria mendapatkan catatan sebagai bahan tindak lanjut, termasuk pemeriksaan dan perawatan lebih lanjut.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor UKDW bersama perwakilan DLH Kota Yogyakarta melakukan uji emisi secara simbolis sebelum layanan dilanjutkan bagi peserta yang hadir. Sementara itu, pemantauan kualitas udara ambien di tepi jalan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi udara di sekitar lokasi pengukuran.
Melalui kolaborasi ini, UKDW mendorong peningkatan kesadaran sivitas akademika dan masyarakat terhadap pentingnya pemeliharaan kendaraan serta pemantauan kualitas udara. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UKDW mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam aktivitas kampus,sejalan dengan rangkaian Dies Natalis ke-64 Duta Wacana.
(Red/sumber UKDW)