Sleman, gugat.id – Pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Batalyon Infanteri Mekanis 403/Wirasada Prastista ke 58 dihadiri oleh Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas. Bertempat di Mako Yonif Mekanis 403/WP Jl. Pandega Sakti No.16, RW.2, Dsn. Kentungan, Kal.Condongcatur, Kap. Depok, Kab. Sleman, Selasa (01/08/2023).
Selain Danrem 072/Pamungkas hadir juga dalam kegiatan tersebut Brigjen Pol Purn Haka Asta, Kasilog Kasrem 072/Pmk Kolonel Cpl Achmad Djuliardi, Kasiops Kasrem 072/Pmk Kolonel Inf M. Ibrahim Muchtar, Kapolresta Sleman Kombes Pol Yuswanto Ardi, Kasiintel Kasrem 072/Pmk Letkol Inf Yudi Rombe, Dandim 0732/Sleman dan lainya.
Dalam sambutannya Danrem 072/Pamungkas menyampaikan bahwa wayang kulit merupakan seni tradisional Indonesia yang berkembang di Jawa Tengah dan Jawa Timur sebagai salah satu warisan budaya yang tidak ternilai. UNESCO telah menetapkan wayang sebagai Karya Budaya yang mengagumkan di bidang cerita narasi atau Masterpiece Of Coreld And The People dari sejak tanggal 7 November 2003.
“Bertepatan dengan hari ulang tahun satuan, Yonif Mekanis 403/WP mengadakan tradisi pagelaran wayang kulit. Yonif Mekanis 403/WP merasa ikut mempunyai kewajiban untuk melestarikan budaya wayang kulit di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang saat ini sebagian besar generasi muda semakin sedikit yang peduli dan belajar akan warisan budaya wayang kulit,” ucap Danrem.

Lebih lanjut Danrem 072/Pamungkas mengatakan bahwa menjadi tugas kita bersama untuk melestarikan budaya yang telah diturunkan oleh para guru kita selama beberapa abad ini.
Sementara itu Komandan Yonif Mekanis 403/WP Letkol Inf Zulkfliy mengatakan bahwa tradisi pagelaran wayang kulit merupakan acara rutin setiap hari ulang tahun Yonif Mekanis 403/WP. Acara ini juga sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri antara keluarga besar Yonif Mekanis 403/WP dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan yang erat serta solidaritas yang tinggi antara TNI dengan masyarakat.
Baca juga: https://www.gugat.id/penting-jadi-inisiator-rekontekstualisasi-budaya/
“Berbagai kegiatan telah dilaksanakan seperti pekan olahraga mempertandingkan berbagai macam cabang olahraga umum dan militer, serta melaksanakan anjangsana ke panti asuhan, pengobatan massal gratis di daerah latihan dan bakti sosial.” tutur Danyon.
(red)