Bekasi, gugat.id – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, Ade Gentong, melontarkan kritik keras terhadap National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bekasi terkait polemik terlantarnya tiga atlet mereka. Dalam pernyataannya, Ade menyebut klarifikasi yang diberikan oleh NPCI sebagai bentuk pembohongan publik.
“Dari klarifikasi yang dilakukan NPCI, terlihat jelas ada upaya pembohongan publik. Setelah viral soal atlet terlantar, mereka baru bertindak dan malah menyalahkan para atlet. Ada apa sebenarnya dengan NPCI dan kepemimpinan Kardi?” ujar Ade kepada media pada Senin (23/12/2024).
Ade juga menuding adanya intimidasi terhadap para atlet oleh oknum di NPCI, yang memaksa mereka kembali ke mess yang disediakan. Menurutnya, intimidasi tersebut membuat para atlet merasa tidak aman sehingga memutuskan untuk tidak kembali ke mess.
“Ada oknum NPCI yang melakukan intervensi terhadap para atlet. Mereka merasa takut untuk kembali ke mess yang disediakan. Ini masalah serius yang harus segera ditindaklanjuti oleh Pemda Kabupaten Bekasi. Jangan sampai kualitas atlet kita menurun, sementara NPCI menerima anggaran hibah yang besar,” tegas Ade.
Lebih lanjut, Ade Gentong menyoroti lambannya respons pengurus NPCI dalam menyelesaikan masalah ini. Ia bahkan mendesak kejaksaan untuk memeriksa Kardi selaku Ketua NPCI terkait dugaan manipulasi dan korupsi anggaran dana hibah dari tahun 2022 hingga 2024.
Baca juga: https://www.gugat.id/sri-paduka-ajarkan-pentingnya-integritas-dalam-kepemimpinan/
“Ketua NPCI jangan hanya sibuk mengurus anggaran hibah, sementara atlet terlantar begitu saja. Kejaksaan harus segera memeriksa Kardi atas dugaan penyalahgunaan dana hibah yang seharusnya digunakan untuk pembinaan atlet,” pungkasnya.
Kasus ini menambah daftar panjang isu yang menimpa NPCI Kabupaten Bekasi. Dengan sorotan publik yang semakin besar, tindakan cepat dan transparan dari pihak terkait sangat diperlukan untuk memulihkan kepercayaan masyarakat, khususnya para atlet.
(Redaksi)