Gunungkidul, gugat.id – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami defisit sebesar Rp 79 miliar rupiah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mengambil langkah antisipasi dengan meniadakan anggaran rapat pada tahun 2026. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap defisit anggaran yang mencapai Rp 79,5 miliar.
Sebelumnya, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul telah membahas Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2026 dan mencapai kesepakatan. Proses pembahasan RAPBD ini berlangsung cukup intens, terutama karena adanya pemangkasan dana transfer daerah dari pusat sebesar Rp 105 miliar.
“Pembahasan harus benar-benar dicermati bersama agar antara plafon pendapatan dengan belanja bisa seimbang. Harus ada pencermatan setiap mata anggarannya,” tegas Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini, kepada wartawan (27/11)
Berdasarkan data yang ada, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul tercatat sebesar Rp 312,6 miliar. Sementara itu, dana transfer dari pusat ke daerah mencapai Rp 1,576 triliun. Dengan demikian, total RAPBD Gunungkidul untuk tahun 2026 adalah sebesar Rp 1.892.603.663.180.
“Jika didetailkan, masih ada defisit anggaran sebesar Rp 79,5 miliar yang akan ditutupi melalui pembiayaan daerah,” imbuhnya.
Endang menambahkan bahwa DPRD Gunungkidul juga telah melakukan pemangkasan anggaran perjalanan dinas hingga mencapai Rp 14 miliar. Langkah ini diambil untuk meningkatkan efisiensi belanja daerah dan mengalokasikan dana ke program-program prioritas yang memiliki dampak langsung pada masyarakat.
Defisit APBD Gunungkidul mencapai 4,2%, melebihi batas yang diperbolehkan oleh pemerintah pusat, yaitu sebesar 3,35%. Sebagai langkah efisiensi tambahan, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah menghapus anggaran makan untuk rapat, dengan nilai mencapai Rp 7 miliar.
Langkah-langkah efisiensi ini diharapkan dapat membantu menutupi defisit anggaran dan memastikan program-program pembangunan di Kabupaten Gunungkidul tetap berjalan dengan baik. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mencari solusi kreatif dan inovatif dalam mengelola keuangan daerah demi kesejahteraan masyarakat Gunungkidul.
(Red)