Bulog Tegal Kebut Banpang dan Gelontorkan SPHP, Stok Beras Dipastikan Aman hingga 2027 |

Bulog Tegal Kebut Banpang dan Gelontorkan SPHP, Stok Beras Dipastikan Aman hingga 2027

By

TEGAL, Gugat.id – Bulog Kantor Cabang Tegal mempercepat berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan sekaligus mengendalikan harga beras di pasaran. Penyaluran Bantuan Pangan (Banpang), beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), hingga beras premium terus diperkuat.

Pimpinan Cabang Bulog Tegal, Agung Rohman, mengatakan tiga skema tersebut menjadi bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga beras di wilayah kerja Bulog Tegal.

Penyaluran beras bantuan pangan, SPHP, dan beras premium ini diharapkan dapat membantu menjaga stabilitas harga dan pasokan di wilayah kerja Kantor Cabang Tegal,” kata Agung, Jumat (11/9/2026).

Untuk wilayah Keresidenan Pekalongan, penyaluran Bantuan Pangan periode Juli, Agustus, dan September 2026 telah mencapai lebih dari 55 persen.

Program tersebut menyasar sekitar 1.096.000 penerima manfaat. Bulog menargetkan seluruh penyaluran untuk periode tersebut dapat diselesaikan pada September ini. Agung menyebut pemerintah juga telah merencanakan keberlanjutan bantuan pangan untuk tiga bulan terakhir tahun ini, yakni Oktober, November, dan Desember 2026.

Setelah September selesai, kami akan segera mempersiapkan penyaluran untuk Oktober,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan Banpang diharapkan dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah sehingga kebutuhan beras mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pembelian di pasaran.

Di sisi lain, Bulog terus memperluas penyaluran beras SPHP jenis medium. Beras tersebut disalurkan melalui pedagang pengecer di pasar, Rumah Pangan Kita (RPK), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), serta kegiatan Gerakan Pangan Murah bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.

Harga maksimal beras SPHP di tingkat konsumen ditetapkan sebesar Rp12.500 per kilogram. Agung menjelaskan, distribusi kepada pedagang dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Kalau kebutuhan pedagang pengecer misalnya dua ton per minggu, akan kami pasok secara rutin sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Selain beras SPHP, Bulog juga memasok beras premium ke sejumlah ritel modern di wilayah Tegal dan sekitarnya. Beras premium tersebut dipasarkan dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram.

Menurut Agung, beras premium dapat menjadi alternatif bagi masyarakat dengan kemampuan daya beli menengah ke atas, sekaligus menambah pilihan beras yang tersedia di pasaran.

Sementara itu, Bulog Tegal memastikan persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dalam kondisi aman. Penyerapan gabah petani juga tetap dilakukan meskipun volumenya tidak sebesar saat memasuki masa panen raya.

Agung memperkirakan stok yang tersedia masih mampu mencukupi kebutuhan hingga sekitar Mei atau Juni 2027, termasuk setelah penyaluran berbagai program pemerintah hingga akhir tahun.

Kalau penyaluran sampai akhir Desember, stok kita masih cukup sampai bulan kelima atau keenam tahun depan. Awal 2027 sudah memasuki panen raya sehingga stok akan kembali kita perkuat,” katanya.

Ia menambahkan, kenaikan harga beras dalam beberapa bulan terakhir turut memberikan tekanan terhadap inflasi. Kondisi cuaca, termasuk fenomena El Nino dan kekeringan yang berdampak terhadap produksi hingga menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah, menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga beras.

Dengan kondisi tersebut, Bulog akan terus memperkuat penyaluran beras melalui Banpang, SPHP, dan beras premium. Langkah itu dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga yang sesuai sekaligus menjaga stabilitas pasokan hingga akhir tahun.

Pewarta : R LATIF

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!