Pengkol Nglipar Memukau di Rintisan Kalurahan Budaya Gunungkidul: Reog Legenda Jaka Tarub dan Nostalgia Era 60-an Curi Perhatian |

Pengkol Nglipar Memukau di Rintisan Kalurahan Budaya Gunungkidul: Reog Legenda Jaka Tarub dan Nostalgia Era 60-an Curi Perhatian

By

Gunungkidul, gugat.id – Kalurahan Pengkol, Kapanewon Nglipar, menunjukkan potensi budayanya yang kaya dalam gelaran Rintisan Kalurahan Budaya di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Semanu, Kapanewon Semanu, Gunungkidul. Partisipasi Pengkol ditandai dengan penampilan reog yang memukau dan stand pameran bertema era 60-an yang berhasil menarik perhatian pengunjung.

Dalam gelaran tersebut, Kalurahan Pengkol mengangkat pertunjukan reog yang mengusung cerita sejarah lokal, yaitu legenda Song Putri dan Joko Tarub. Lurah Pengkol, Agus Sunarjo, menjelaskan bahwa kisah yang dipertunjukkan adalah legenda Jaka Tarub yang mencuri selendang bidadari Nawang Wulan. “Legenda tentang seorang pemuda tampan bernama Jaka Tarub yang mencuri selendang salah satu bidadari bernama Nawang Wulan, sehingga Nawang Wulan tidak bisa kembali ke kahyangan dan akhirnya dinikahi oleh Jaka Tarub,” kata Agus Sunarjo pada Senin (22/9/2025).

Lebih lanjut, Agus menambahkan bahwa selain pertunjukan seni, Kalurahan Pengkol juga menghadirkan stand pameran yang didesain dengan nuansa era 60-an. Stand ini menjadi wadah bagi kelompok UMKM setempat untuk memamerkan berbagai produk olahan dan kerajinan tangan khas Pengkol.

Untuk yang kami pamerkan produk UMKM hasil olahan bahan dasar singkong seperti kripik, patholo, gathot, hingga produk inovatif lainnya, seperti kerajinan batik,” ucapnya. Agus juga menegaskan komitmen Kalurahan Pengkol dalam mendukung pelaku UMKM melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) sebagai upaya membangun usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Panewu Nglipar, Sistiwiningaih, menyatakan dukungannya penuh terhadap langkah Kalurahan Pengkol dalam mengembangkan potensi budaya. Ia berharap keikutsertaan dalam Rintisan Kalurahan Budaya ini dapat semakin mengangkat dan mempromosikan segala potensi budaya yang dimiliki Kalurahan Pengkol.

Terutama untuk salah satu padukuhan di Kalurahan Pengkol memiliki kearifan budaya seperti karawitan anak, pegiat tosan aji, hingga sanggar seni,” pungkas Sistiwiningsih, menyoroti kekayaan budaya yang perlu terus dilestarikan dan dikembangkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!