GUNUNGKIDUL, gugat.id – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul meresmikan gedung baru Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Tepus 1 yang berlokasi di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Tepus, Selasa (10/2/2026). Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah selatan Gunungkidul yang berbatasan dengan kawasan wisata pantai.
Gedung puskesmas tersebut merupakan hasil relokasi yang dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kementerian Kesehatan tahun anggaran 2025. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Ismono, dalam laporannya menyebutkan nilai kontrak pembangunan mencapai Rp6,4 miliar.
Menurut Ismono, proses pembangunan gedung berlangsung selama 150 hari kalender dan telah rampung serta diserahterimakan pada 2 Desember 2025. Puskesmas Tepus 1 kini dilengkapi fasilitas rawat inap dengan kapasitas delapan tempat tidur.

“Lokasinya berada di jalur strategis kawasan wisata, sehingga pelayanan disiapkan selama 24 jam, termasuk penanganan kegawatdaruratan bagi wisatawan, seperti kasus sengatan ubur-ubur yang kerap terjadi di wilayah pesisir,” ujar Ismono.
Dalam sambutannya, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih menekankan bahwa keberadaan gedung baru harus diiringi peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia mengingatkan para tenaga kesehatan agar tidak hanya mengandalkan sarana fisik, tetapi juga membangun mentalitas pelayanan yang profesional dan berorientasi pada kemanusiaan.
“Membangun gedung itu relatif mudah. Tantangan sesungguhnya adalah membangun jiwa dan mental SDM-nya. Jangan sampai gedungnya baru, tetapi justru muncul persoalan baru terkait sikap dan moral pelayanan,” tegas Bupati.
Ia berharap suasana gedung yang baru mampu memberikan sugesti positif bagi pasien, sekaligus mendorong terciptanya layanan kesehatan yang ramah dan empatik. Ke depan, Puskesmas Tepus 1 diharapkan menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan berbagai program prioritas, seperti penurunan angka stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, serta penerapan digitalisasi layanan melalui rekam medis elektronik.
Bupati juga mendorong adanya inovasi dalam pelayanan kesehatan gratis agar lebih menjangkau masyarakat. Salah satunya dengan mengintegrasikan layanan pemeriksaan kesehatan pada saat penyaluran bantuan sosial di tingkat kalurahan.
“Gedungnya sudah baru, maka pola kerjanya juga harus lebih kreatif dan inovatif agar target layanan kesehatan gratis bisa tercapai secara maksimal,” katanya.
Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita. Acara tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Gunungkidul, jajaran Forkopimda, asisten sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, serta para lurah se-Kapanewon Tepus. Usai peresmian, Bupati bersama rombongan meninjau langsung fasilitas pelayanan di dalam gedung.
Pada kesempatan itu, Bupati juga menyinggung persoalan penonaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan terhadap sekitar 50.000 warga Gunungkidul akibat perubahan data desil dari pemerintah pusat. Ia memastikan pemerintah daerah tidak akan lepas tangan terhadap warga yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
Bupati menginstruksikan Sekretaris Daerah agar masyarakat dengan penyakit kronis atau yang memerlukan tindakan medis rutin, seperti cuci darah, tetap mendapatkan jaminan pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ini murni persoalan kemanusiaan, bukan urusan politik atau elektoral. Bagi warga dengan penyakit kronis, biaya pengobatannya akan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” pungkasnya
(Red)