YOGYAKARTA, gugat.id – Dalam semangat memperkuat akar budaya dan jati diri bangsa, Yayasan Chakra Mandhala Nusantara (YCMN) resmi mendeklarasikan Dewan Adat Tradisi Mataram (DATMATARAM), Rabu (21/5/2025), bertepatan dengan peringatan satu tahun perjalanan yayasan yang sebelumnya telah bergerak aktif melalui pengobatan tradisional lewat wadah Ikatan Penyehat Tradisional Indonesia (IPTI), yang kemudian berevolusi menjadi Ikatan Penyehat Tradisional Nusantara (IPTN).
Melalui visi besar “Mengenalkan dan menguatkan akar budaya di masyarakat Indonesia dan di mata dunia, melalui kegiatan pendidikan, kebudayaan, sosial, dan kemanusiaan”, YCMN terus melangkah sesuai cita-cita luhur para leluhur bangsa. Pembentukan DATMATARAM menjadi langkah strategis dalam menyambut terbentuknya Majelis Adat Tradisi Nuswantara (MATARA) di masa mendatang.

Dewan Adat Tradisi Mataram mengemban visi untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat adat, melestarikan budaya, tradisi, serta hak-hak masyarakat adat, dan meningkatkan partisipasi serta keterlibatan masyarakat adat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Adapun misi yang dikembangkan meliputi:
- Pengakuan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat
- Pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal
- Peningkatan kualitas hidup
- Pelestarian budaya dan tradisi
- Penguatan kapasitas masyarakat adat
Seremoni pelantikan diawali dengan perarakan Bregodo Puspa Kridotomo, mocopatan, pembacaan lontara, dan Tari Srimpi Pandelori, memperkuat nuansa sakral dan budaya luhur Mataram.

Pengurus DATMATARAM yang dilantik adalah:
- Ketua: Y. Endro Gunawan
- Wakil Ketua: Gunawan Sulistyo
- Sekretaris 1: A.A. Alit Merthayasa
- Sekretaris 2: Pujiyanti
- Bendahara: Lucia Octavianita
Bidang-bidang kerja DATMATARAM:
- PPA 1: Tony Haryanto
- PPA 2: Chrisna Febriawaty
- Litbang & Humas 1: Dyah Chrisna Haraenny
- Litbang & Humas 2: Fathoni Setyawan
- Pawiyatan & Tradisi 1: Priyatno
- Pawiyatan & Tradisi 2: Nono Karsono
- Pawiyatan & Tradisi 3: Sudarmadi Budi Yuwono
“Dengan pelantikan ini, kami menegaskan keseriusan untuk bekerja bersama mewujudkan cita-cita adiluhung para leluhur dan para pendiri bangsa,” ujar Ketua Yayasan Chakra Mandhala Nusantara, IM. Renny Kusuma Wardhany.
Ia menambahkan bahwa kerja besar pelestarian adat dan budaya tidak mungkin berhasil tanpa dukungan masyarakat di berbagai tingkatan. Oleh karena itu, setelah pelantikan ini, para pengurus DATMATARAM diharapkan segera mempersiapkan langkah nyata agar bisa diterima dan bersinergi dengan masyarakat Yogyakarta, serta seluruh masyarakat Indonesia secara holistik.
(Redaksi)