Hujan Ekstrem Melanda DIY Hingga Sabtu, 4 Kabupaten Terdampak dengan Kerugian Estimasi Rp51,6 Juta |

Hujan Ekstrem Melanda DIY Hingga Sabtu, 4 Kabupaten Terdampak dengan Kerugian Estimasi Rp51,6 Juta

By

Yogyakarta, gugat.id – Hujan tanpa henti yang melanda seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sejak awal hari Jumat (26/12) hingga pagi ke tengah hari Sabtu (27/12) 2025 telah menimbulkan berbagai kerusakan material dan gangguan akses di empat kabupaten. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY telah memberikan peringatan dini sejak pukul 10.29 WIB hari Jumat, dengan serangkaian update yang terus diperbarui hingga pukul 06.03 WIB hari Sabtu untuk memberitahukan intensitas hujan yang tinggi dan potensi bahaya.

Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG DIY tidak hanya satu kali, melainkan berkelanjutan seiring dengan berkembangnya situasi. Selama hari Jumat, peringatan dini diberikan pada pukul 10.29 WIB, dengan update berturut-turut pada pukul 11.15 WIB, 13.17 WIB, 14.55 WIB, 15.45 WIB, dan 16.54 WIB. Pada malam hari Jumat, peringatan kembali dikeluarkan pada pukul 21.40 WIB dan diupdate lagi pada pukul 23.16 WIB, serta satu update terakhir pada pagi Sabtu pukul 06.03 WIB. Peringatan ini ditujukan untuk memastikan warga dan instansi terkait tetap waspada serta mempersiapkan penanganan potensi kejadian.

Dari lima kabupaten dan kota di DIY, empat di antaranya melaporkan kejadian dampak akibat hujan ekstrem tersebut. Kabupaten Kulon Progo menjadi wilayah yang paling terkena dampak dengan kerugian estimasi mencapai Rp40 juta. Kejadian di kabupaten ini meliputi 9 titik tanah longsor, 1 titik banjir genangan, 1 talud yang rusak, 6 unit rumah yang mengalami kerusakan, serta 3 titik akses jalan yang terhalang atau rusak. Kejadian ini melanda 3 kapanewon, yaitu Kokap, Pengasih, dan Girimulyo, yang membuat beberapa jalur transportasi lokal terputus sementara.

Selanjutnya, Kabupaten Gunungkidul mengalami kerugian estimasi Rp8,9 juta dengan total 16 titik kejadian yang meliputi 7 kapanewon, antara lain Tanjungsari, Wonosari, Girisubo, Paliyan, Semanu, Nglipar, dan Playen. Dampaknya termasuk 5 pohon tumbang, 1 titik tanah longsor, 4 titik banjir genangan, 2 unit rumah rusak, 2 titik akses jalan terganggu, 2 fasilitas pendidikan yang rusak, 3 unit perahu yang terendam atau rusak, 1 tempat pelelangan ikan, 1 pabrik, dan sebanyak 28 unit tempat usaha atau kios yang terkena dampak.

Kabupaten Bantul melaporkan kerugian estimasi Rp2,7 juta dengan jumlah kejadian terbesar, yaitu 104 titik yang meliputi 10 kapanewon seluruh kabupaten, antara lain Imogiri, Kasihan, Dlingo, Kretek, Piyungan, Sanden, Pundong, Sedayu, Sewon, dan Srandakan. Dampaknya sangat beragam, mulai dari 87 pohon tumbang, 42 titik akses jalan terhalang, 30 unit rumah rusak, 15 titik jaringan listrik terputus, 1 titik jaringan komunikasi terganggu, 4 unit kandang ternak rusak, 1 titik kantor koperasi yang rusak, 3 makam yang terkena dampak, 1 pekarangan yang rusak, 4 talud yang roboh, 4 titik banjir genangan, 1 fasilitas pendidikan yang rusak, serta 12 titik tanah longsor. Khusus di kapanewon Sanden, pihak berwenang telah melakukan evakuasi warga akibat banjir yang semakin memburuk.

Sementara itu, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta beruntung tidak melaporkan kejadian apapun yang terkait dengan hujan ekstrem ini, meskipun kedua wilayah juga mengalami curah hujan yang cukup tinggi.

Dalam penanganan kejadian ini, berbagai unsur telah terlibat secara bersama-sama, antara lain Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY dan kabupaten/kota, Forum Penanggulangan Bencana dan Kemandirian (FPRB) Kalurahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Dinas Sosial (Dinsos), Satuan Linmas, Palang Merah Indonesia (PMI), Pemerintah Kota (Pemkap), Pemerintah Kalurahan (Pemkal), Perusahaan Listrik Negara (PLN), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSB), relawan, serta warga masyarakat yang aktif membantu.

Data yang disampaikan oleh Pusdalops PB BPBD DIY bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan update informasi terbaru yang diterima dari lapangan. Pihak BPBD juga terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Update terakhir: Sabtu, 27 Desember 2025 pukul 11.45 WIB

(Red)

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!