Yogyakarta, gugat.id – Indonesia merupakan negara dengan sumber daya perairan yang berlimpah sehingga biota laut tumbuh dan berkembang secara beragam. Ikan, krustasea, moluska, echinodermata, koral (karang batu) serta tumbuhan laut (alga, lamun, dan rumput laut) dapat dengan mudah ditemui dan tumbuh dengan indah di perairan negeri kita. Sayangnya, kawasan pesisir dan laut merupakan kawasan yang mudah terpengaruh dengan adanya buangan limbah dari darat berupa kiriman sampah tahunan maupun kelalaian manusia yang membuang sampah sembarangan.
Melihat kondisi tersebut, tim mahasiswa dari Program Studi Sistem Informasi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta yang terdiri dari Zellyne Octaviani, Itasa Harani, dan Adelia Cristyana Dewanti mengajukan proyek berjudul “Extra (Explorer Trash): Pesawat Bawah Laut untuk Mendeteksi dan Membersihkan Sampah Bawah Laut untuk Meningkatkan Kualitas Ekosistem Perairan Laut”.
Zellyne Octaviani selaku ketua tim menjelaskan ‘Extra’ mampu mendeteksi adanya sampah bawah laut dan menyedotnya untuk dipilah serta diolah di dalam badan pesawat, selanjutnya sampah dikompres menjadi batu pencegah abrasi pantai. Pesawat dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) ini dirancang tanpa awak karena segala bentuk pemantauan dilakukan dari darat melalui monitor pengawas dengan bantuan signal receiver.
“Kami ingin menciptakan suatu gagasan yang bisa membantu mengatasi permasalahan sampah plastik bawah laut tanpa menambah permasalahan limbah di darat, karena masa penguraian plastik yang tergolong cukup lama, sehingga kami ciptakan alat ini,” katanya.
Inovasi yang dilakukan oleh tiga mahasiswa Sistem Informasi UKDW ini berhasil mendapatkan pendanaan lewat Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Skema Video Gagasan Futuristik (PKM-VGK) Tahun 2023 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Baca juga: https://www.gugat.id/dr-h-c-gkr-mangkubumi-uwm-siap-go-international/
Keberhasilan tim ini tentu tidak lepas dari bimbingan Drs. Jong Jek Siang, M.Sc. Dosen Sistem Informasi sekaligus Kepala Program Studi Sistem Informasi UKDW. Selanjutnya, tim ini akan membuat sebuah video pendek tentang permasalahan yang diangkat serta solusi yang ditawarkan.
(Humas UKDW)