SURAKARTA, Gugat.id — Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 mengembangkan drama musikal berbasis dolanan bocah sebagai media pembelajaran seni anak di Sanggar Pratama Budaya Surakarta. Program bertajuk “Pengembangan Drama Musikal Berbasis Dolanan Bocah sebagai Inovasi Pembelajaran Vokal dan Ekspresi Seni Anak di Sanggar Pratama Budaya Surakarta” ini dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan pembelajaran dan pelatihan seni yang terintegrasi.
Program diawali dengan sosialisasi pada 25 Mei 2026 di Kelurahan Gajahan, Surakarta, dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan pelatihan bagi anak-anak Sanggar Pratama Budaya sampai bulan September 2026. Kegiatan tersebut dirancang untuk mengembangkan kemampuan vokal, musikalitas, gerak, ekspresi, dan penokohan anak melalui proses kreatif yang berangkat dari dolanan bocah.
Dolanan bocah dipilih karena dekat dengan kehidupan anak dan memuat berbagai unsur seni, seperti nyanyian, gerak, interaksi, ekspresi, serta pengetahuan budaya. Melalui pendekatan tersebut, anak tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan sebuah pertunjukan, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar seni secara langsung dan menyenangkan.
Ketua tim pelaksana, Sri Lestariningsih, M.Sn., menjelaskan bahwa pengembangan drama musikal tersebut dirancang sebagai proses pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kemampuan seni. “Perancangan program ini bukan hanya berfokus pada pertunjukan, tetapi membangun pengalaman belajar seni yang utuh dan terintegrasi bagi anak. Drama musikal berbasis dolanan bocah menjadi sarana untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi sekaligus mengasah kemampuan vokal, gerak, dan ekspresi anak,” ujarnya.
Pelaksanaan pelatihan mencakup vokal lagu dolanan dan tembang macapat, olah ekspresi, penokohan dan dramatik, serta koreografi dan ragam gerak tari. Pada pembelajaran vokal, anak-anak berlatih menggunakan modul pembelajaran dan memperoleh pengalaman bernyanyi dengan iringan gamelan. Proses tersebut kemudian dikembangkan melalui latihan ekspresi, pendalaman karakter, serta penggabungan vokal, musik, dan gerak dalam satu rangkaian drama musikal.

Program ini juga melibatkan tim lintas program studi ISI Surakarta. Selain Sri Lestariningsih, tim terdiri atas Nandhang Wisnu Pamenang, S.Sn., M.Sn., Halintar Cakra Padnobo, Aji Ramadhan, Abi Putra Pratama, dan Novy Ananta Putri. Keterlibatan lintas bidang tersebut mendukung pengembangan pembelajaran yang menggabungkan unsur musik, tari, pedalangan, dan seni pertunjukan.
Penguatan kapasitas Sanggar Pratama Budaya juga dilakukan melalui dukungan sarana pembelajaran berupa gamelan gadhon, wireless speaker, kostum, properti tari, dan modul pembelajaran vokal. Sarana tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan dalam kegiatan latihan seni di sanggar.
Seluruh proses pengembangan akan bermuara pada pementasan drama musikal berbasis dolanan bocah di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Surakarta, pada 13 September 2026 pukul 10.00 WIB. Pementasan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan hasil pembelajaran sekaligus mempertemukan proses pendidikan seni dengan pengalaman tampil di hadapan publik.
Melalui PISN 2026, ISI Surakarta mendorong Sanggar Pratama Budaya menjadi ruang pembelajaran seni nonformal yang mampu mengembangkan potensi anak sekaligus menjaga keberlanjutan seni tradisi. Dolanan bocah tidak hanya ditempatkan sebagai permainan masa lalu, tetapi dikembangkan menjadi medium pembelajaran yang memungkinkan anak mengenal, mengalami, dan mengekspresikan seni budaya melalui pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka.