Tegal, Gugat.id – Ada pemandangan tak biasa di beberapa kampung Kota Tegal. Kapolres Tegal Kota, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., mendatangi satu per satu pos kamling. Bukan hanya sekadar mampir, tapi benar-benar berbaur dengan warga untuk menghidupkan kembali ronda malam yang lama ditinggalkan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari program revitalisasi Siskamling (Sistem Keamanan Lingkungan). Intinya sederhana, namun penting : mengajak masyarakat kembali aktif menjaga lingkungan lewat ronda malam. Sebuah tradisi lama yang tak sekadar soal keamanan, tapi juga soal kebersamaan.

Beberapa titik pos kamling didatangi, mulai dari Banowati di Kelurahan Kejambon, Jalan Abdul Muis di Debong Tengah, Perumahan Kaligangsa Asri di Margadana, hingga Cinde Kencana di Tegalsari. Kehadiran Kapolres membuat suasana ronda jadi lebih hidup. Warga pun terlihat antusias menyambut inisiatif ini.
“Keamanan itu tanggung jawab bersama. Jangan sampai kita lengah. Ronda malam bukan cuma soal jaga lingkungan, tapi juga wadah untuk membangun solidaritas,” ujar Kapolres di hadapan warga. Ucapannya disambut anggukan warga, seolah menegaskan bahwa semangat gotong royong memang harus terus dijaga.
Dukungan dari tokoh masyarakat pun langsung mengalir. Lurah Kejambon, Rokhiman, menyebut warganya siap mendukung penuh. “Kami mendukung kegiatan ini. Warga Kejambon siap menjaga keamanan agar tetap tertib,” ujarnya. Tak ketinggalan, Ketua RW 06 Kejambon, H. Wasori, menyebut kehadiran Kapolres menjadi pemicu semangat baru untuk warga kembali giat ronda malam.
Bagi Kapolres, tujuan gerakan ini bukan sekadar seremonial. Ia ingin ronda benar-benar tumbuh menjadi budaya masyarakat. “Menjaga lingkungan adalah bentuk cinta pada kampung halaman. Ronda seharusnya jadi kebiasaan, bukan kewajiban,” tegasnya.
Kini, kentongan di pos-pos kamling mulai berdentang lagi. Bunyinya bukan hanya tanda waspada, tapi juga simbol solidaritas. Ronda malam kembali hidup, membawa pesan sederhana : keamanan terjaga bila semua warga ikut peduli.
Pewarta : R. Latief