Kerjasama ISI Surakarta dan Maluku Utara Selamatkan Warisan Budaya dengan Teknologi Masa Depan |

Kerjasama ISI Surakarta dan Maluku Utara Selamatkan Warisan Budaya dengan Teknologi Masa Depan

By

Surakarta, gugat.id – Setelah penjajakan kerja sama yang dimulai sejak November 2025, Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara secara resmi menandatangani Kesepakatan Bersama (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang tak hanya sekadar formalitas, melainkan langkah strategis penuh inovasi untuk menyinergikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pengembangan SDM, dan menyelamatkan warisan budaya provinsi yang kaya.15 Desember

Sebelum penandatanganan, ISI Surakarta telah menyampaikan presentasi program kerja pada hari Sabtu, 13 Desember 2025, di Bela Hotel Ternate yang langsung dibawakan Direktur Pascasarjana ISI Surakarta, Dr. Dr. Eko Supriyanto, S.Sn., M.F.A. Program yang diajukan berfokus pada Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dan Pengembangan Digital Archiving Kebudayaan Maluku Utara, dengan latar belakang kekayaan budaya provinsi yang menjadi pusat peradaban Nusantara dan rumah bagi empat kesultanan besar (Ternate, Tidore, Jailolo, dan Bacan) yang warisan seni pertunjukan, tradisi lisan, dan manuskrip kuno masih belum terdokumentasi baik dan rentan hilang.

Dalam program KKN tematik, ISI Surakarta akan melibatkan mahasiswa S1, S2 (sebagai pendamping riset), dan S3 (sebagai kurator utama arsip digital) dengan metodologi ilmiah, etnografi, dan interdisiplin seni. Sedangkan platform Digital Cultural Archiving Maluku Utara akan memanfaatkan teknologi modern seperti AI & Machine Learning (untuk klasifikasi artefak, transkripsi bahasa daerah, dan restorasi arsip), IoT & Edge Computing (pemantauan artefak di keraton/museum dan perekaman data lapangan real-time), serta AR/VR & Metaverse (tur virtual Benteng Oranje atau Kedaton Ternate, dan rekonstruksi upacara adat Kololi Kie). Selain itu, ada juga inisiatif perlindungan HKI di mana ISI akan membantu empat kesultanan mendokumentasikan dan mendaftarkan ekspresi budaya komunal untuk mencegah penyalahgunaan.

MoU sendiri ditandatangani oleh Rektor ISI Surakarta, Dr. Bondet Wrahatnala, S.Sos., M.Sn., dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda pada 13 Desember 2025, dengan tujuan mewujudkan kerja sama dalam pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, dan pengembangan SDM. Sebagai langkah implementasi, Pascasarjana ISI Surakarta mengadakan diskusi mendalam dengan jajaran OPD terkait Pemprov Maluku Utara (termasuk Dinas Pendidikan, Pariwisata, BAPPEDA, Biro Hukum, dan Biro Pemerintahan) pada hari Minggu, 14 Desember 2025, untuk menelaah poin-poin MoA yang selaras dengan RPJMD Provinsi Maluku Utara. MoA ini secara khusus ditandatangani antara Pascasarjana ISI Surakarta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara, yang fokus pada peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan Pascasarjana, penelitian bersama, dan pengembangan pelestarian seni budaya.

(Redaksi)

Sumber: Humas ISI

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like

Hot News

Instagram
WhatsApp
Tiktok
error: Content is protected !!