SURAKARTA, gugat.id – Pusat Studi Musik Asia Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta melalui program Hubitarts sukses menjembatani kolaborasi internasional antara ISI Surakarta dan Hanyang University Korea. Kerja sama ini berlangsung dari 17 hingga 21 Mei 2025, melibatkan kuliah umum, kunjungan kelas, dan pertunjukan musik etnik yang memadukan nuansa Korea dan Nusantara.
Program Hubitarts yang digagas ISI Surakarta ini memang bertujuan mempererat jejaring seni budaya lintas Asia. Dalam program ini, ISI Surakarta menyambut delegasi Hanyang University yang terdiri dari dua profesor musik Korea, Prof. Im Hye Jung dan Prof. Son Jeong Hwa, beserta lima mahasiswa. Rombongan disambut oleh Dr. Aris Setiawan, S.Sn., M.Sn., selaku Direktur Program Studi Musik Asia sekaligus Ketua Jurusan Etnomusikologi ISI Surakarta, bersama Rektor ISI Surakarta, Dr. I Nyoman Sukerna, S.Kar., M.Hum.
Kuliah umum yang digelar pada 19 Mei 2025 di Gedung Laboratorium Terpadu Multi Matra FBSN Kampus FSRD ISI Surakarta membahas pengantar musik tradisional Korea dan diisi oleh kedua profesor. Acara ini berhasil menyedot lebih dari 80 peserta dari berbagai kalangan.

Malam harinya, puncak acara berupa pertunjukan kolaborasi musik etnik Korea dan Indonesia berlangsung meriah, dengan jumlah penonton hampir menyentuh 300 orang. Repertoar seperti Gambyong Mudhatama, Jineman Kenya Wukir, Cheonnyeonmanse, Sanjo Gayageum, Medley Arirang, Chimhyangmu, hingga Samulnori berhasil memukau penonton dalam pertunjukan lintas budaya yang harmonis.
Tak berhenti di sana, pada 20 Mei 2025, delegasi Hanyang University juga mengikuti kunjungan kelas ke jurusan Tari dan Karawitan ISI Surakarta, mempelajari tari klasik Jawa dan karawitan gaya Surakarta secara langsung. Ini memperkuat nilai tukar budaya antara dua negara dengan cara yang lebih mendalam dan kontekstual.
Kolaborasi ini menjadi langkah awal bagi kerja sama yang lebih luas di bidang seni, pendidikan, dan budaya antara Indonesia dan Korea, sekaligus memperkaya khasanah seni Asia dari akar-akar tradisinya.
(Redaksi)