YOGYAKARTA, gugat.id – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) DIY terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem industri halal dan pemberdayaan UMKM. Hal ini ditandai dengan silaturahim dan audiensi resmi ke Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) DIY, Kamis (17/7/2025), sebagai bagian dari upaya sinergi dan langkah strategis untuk mendorong pelaku usaha halal DIY melangkah ke pasar internasional.
Audiensi dibuka oleh Budi S Kurniawan, S.E., M.M., Koordinator Industri Halal Inti 1: Produk & Kegiatan Halal DIH MES DIY yang juga anggota KADIN DIY. Dalam sambutannya ia mengatakan, “…audiensi ini merupakan salah satu langkah strategis dari Departemen Halal Industri (DIH) bersama Pengurus Harian (PH) dan lintas departemen MES DIY untuk menguatkan halal sebagai landasan industri sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat (UMKM) berbasis halal di DIY.“
Wakil Ketua MES DIY, Priyonggo Suseno, S.E., M.Sc., Ph.D., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam penguatan ekosistem halal di daerah. “Kehadiran kami membawa semangat kolaboratif, dan membuka ruang sinergi dengan KADIN DIY tidak hanya untuk sektor industri halal, tetapi juga UMKM, perbankan syariah dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Sekretaris Umum MES DIY, Dandan Hermawan, mengingatkan bahwa sinergi MES dan KADIN bukan hal baru. “…bersama KADIN DIY ini bukan kali pertama… sebelumnya telah berkolaborasi dalam Jogja Halal Festival (JHF), dan melalui forum ini kembali diharapkan dapat menyambung jalinan sinergi, termasuk memperkenalkan konsep Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur sebagai sebuah gerakan yang mengembangkan talenta pedesaan untuk produk halal dan berorientasi ekspor (global)…“
Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D., Ketua Departemen Industri Halal MES DIY sekaligus Konseptor G2R Tetrapreneur, memaparkan lebih jauh mengenai kiprah dan capaian G2R Tetrapreneur. Ia menekankan bahwa model ini bukan hanya memperkuat ekonomi lokal tetapi juga mulai mendapat tempat di pasar global, khususnya Timur Tengah.
“Alhamdulillah semangat inovasi proses bisnis gotong royong membawa kemudahan dan keberlanjutan PU-PU ini secara global terutama akses pasar Timur Tengah,” kata Rika. Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut juga ditopang oleh dukungan dari berbagai lembaga, seperti KBRI Kairo, ITPC Jeddah dan Dubai. “…investasi pada keaslian wirausaha Indonesia yang dianggap ‘anomali’ yaitu mengedepankan filosofi mulia Ekonomi Pancasila yang berketuhanan, berkemanusiaan, bersatu, bermusyarah dengan bijak hingga berkeadilan ternyata menarik pasar global Timur Tengah dengan caranya tersendiri hingga mendapatkan pesanan kontainer…“
Rika juga menyoroti pentingnya keberlanjutan sinergi antar-stakeholder untuk menjawab komitmen pasar luar negeri tersebut. “…untuk memenuhi komitmen tersebut G2R Tetrapreneur ini mengusung semangat gotong royong bersama lintas stakeholder termasuk pemerintah baik pada tingkat desa, kota, kabupaten, provinsi hingga pusat yang terus berproses dengan dinamika peraturan dan birokrasinya yang memerlukan waktu tidak sebentar…“

Empat agenda strategis juga akan digelar sebagai bagian dari rangkaian menuju konferensi internasional ICIHES 2025, yaitu Halal Business Plan Competition (HBPC), Komitmen Kawasan Halal (KKH) DIY x G2RT MES DIY, Pemilihan Duta Halal MES DIY, dan Penghargaan Tokoh Penggerak Halal DIY.
Menanggapi hal tersebut, Robby Kusumaharta, Wakil Ketua KADIN DIY, menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif MES DIY dan model G2R Tetrapreneur. “KADIN DIY siap bersinergi dalam merealisasikan mimpi besar pelaku industri halal dan UMKM bersama pergerakan G2R Tetrapreneur yang ternyata sejak 2018 diinisiasi di DIY untuk tak hanya kuat di dalam negeri, tapi juga melangkah mantap ke kancah global,” ungkapnya.
Silaturahim ini menjadi titik pijak penguatan kerja sama strategis jangka panjang antara MES DIY, KADIN DIY, dan jaringan G2RT se-Indonesia, dalam membangun sistem ekonomi halal yang inklusif dan berkelanjutan. G2RT juga telah menjalin kolaborasi lintas lembaga seperti Muhammadiyah, PINBAS MUI, PWMOI, dan jaringan MES sendiri yang telah menandatangani MoU di Kantor Gubernur DIY.
Berbagai tokoh dan perwakilan hadir dalam audiensi ini, mencerminkan luasnya jaringan dan komitmen untuk terus mendorong ekonomi syariah dan industri halal sebagai kekuatan baru dari Yogyakarta ke dunia.
(Redaksi)