YOGYAKARTA, Gugat.id – Perjalanan Jogja Halal Festival akan masuk babak baru. Masyarakat Ekonomi Syariah DIY dan Kamar Dagang dan Industri DIY mengunci kolaborasi lewat pertemuan strategis di Poenokawan Resto & Galery, Yogyakarta, Selasa 30 Juni 2026. Jogja Halal Festival merupakan agenda tahunan untuk menguatkan UMKM halal, industri, dan wisata syariah DIY.
Acara dibuka Ketua Dewan Pertimbangan KADIN DIY, Wawan Harmawan, S.E., M.M. Ia menilai JHF 1 dan 2 sudah berjalan lancar. “JHF 3 akan bersinergi antara MES dengan Kadin DIY, diharapkan dapat terselenggara dengan lebih sukses,” jelasnya.
Ketua Panitia JHF 1, Mursida Rambe, berbagi pengalamannya. “Dulu dibayangi kekhawatiran karena ini pengalaman pertama menyelenggarakan. Tapi sekarang MES dari seluruh wilayah akan hadir ke Jogja ikut meramaikan JHF 3. Saya titip, semua panitia harus kerja keras mensukseskan,” ujarnya.
Ketua Panitia JHF 3, Heroe Poerwadi, menegaskan JHF bukan sekadar pameran. “JHF 3 itu bukan sekadar festival. Di belakangnya ada misi membesarkan Masyarakat Ekonomi Syariah di Jogja. Kita perlu pleno pengurus lengkap, agar segera menyusun program dengan tahapan jelas,” tegasnya.
Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, Ketua Umum MES DIY, menyebut kolaborasi ini sebagai kunci. “KADIN DIY bersama MES DIY berkolaborasi dalam JHF 3, diharapkan membawa dampak ekonomi produk halal, termasuk wisata halal. Kadin pemain utama dalam bisnis, diharapkan bisa mensupport, saling setara, saling mendukung,” ungkap Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta ini.

Prof Edy juga menyinggung persaingan global. “Kita perlu prihatin dengan Mega Halal Festival di Bangkok. Tapi ini stimulasi. Pejuang devisa lewat kuliner, fashion halal, tourism, pendidikan, dan produk halal lainnya. Kolaborasi ini harus memaksimalkan kesejahteraan masyarakat DIY,” tambahnya.
Robby Kusumaharta dari KADIN DIY menyorot pintu ekspor. “Potensi kita luar biasa, tapi ada kendala memajukan ekspor. Padahal sudah ada bandara internasional, meski ada kompetitor dekat seperti Solo, Semarang, dan Bali,” ucapnya.
Pada kesempatan ini dilaksanakan penandatanganan MoU oleh Ketua Umum MES DIY Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec. dan Ketua Umum KADIN DIY GKR Mangkubumi. Dilanjutkan dengan penandatanganan perjanjian kerjasama antara Priyonggo Susesno, S.E., M.Sc., Ph.D Wakil Ketua Umum MES DIY dengan Heroe Poerwadi, Wakil Ketua KADIN DIY Bidang Ekonomi Syariah. Ir. Ahmad Syauqi Soeratno, M.M. dipercaya sebagai Ketua Steering Committee, didampingi Wakil Ketua Budiharto Setyawan.
(Red)