Wonogiri, Gugat.id — Kematian Herwanto (26), warga Dusun Nongko Suit RT 01/RW 10, Kalurahan Gambirmanis, Kecamatan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, menyisakan tanda tanya besar bagi keluarga. Herwanto ditemukan meninggal dunia di kamar kos yang ditempatinya bersama sang istri, Rani Kurniawati, di kawasan Panularan, Kota Solo.
Pihak keluarga menduga kematian korban tidak wajar karena ditemukan sejumlah kondisi mencurigakan pada tubuh Herwanto saat pertama kali ditemukan warga.
Herwanto diketahui telah menikah dengan Rani selama kurang lebih dua tahun dan belum memiliki anak. Dalam kesehariannya, Herwanto bekerja sebagai sopir di wilayah Solo, sementara istrinya juga bekerja. Keterangan keluarga disampaikan oleh ayah korban, Sularmo (49), kakeknya Sarto (71), serta kakaknya Suparsi alias Mindut (36), saat ditemui wartawan di kediamannya di Pracimantoro, Kamis (14/5/2026).
Menurut informasi yang diterima keluarga dari Ketua RT dan sejumlah tetangga kos, peristiwa itu terjadi pada 17 Februari 2026. Sekitar pukul 17.00 WIB, Herwanto disebut pulang kerja seperti biasa dan tidak terlihat adanya hal mencurigakan. Namun sekitar pukul 20.30 WIB, terdengar teriakan dari dalam kamar kos korban. Warga yang datang ke lokasi mengaku terkejut melihat kondisi Herwanto yang sudah tidak bernyawa.
Korban disebut ditemukan dengan tangan dan kaki terikat, leher terlilit kain kerudung dan tali senar, serta tubuh tertutup selimut dalam posisi miring. Keluarga juga menyebut wajah korban tampak lebam dan gigi bagian depan hampir terlepas.“Warga yang datang kemudian diminta membantu melepaskan ikatan pada tubuh korban,” ujar Sarto, kakek korban.
Tak lama setelah kejadian, kerabat pihak istri bernama Wagimin datang ke lokasi dan menyarankan agar jenazah segera dibawa pulang ke rumah keluarga di Pracimantoro.
Keluarga juga mengaku menerima informasi bahwa warga sekitar sempat diminta tidak melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian karena dianggap dapat menimbulkan masalah.
Jenazah Herwanto kemudian dibawa pulang ke Wonogiri dan tiba sekitar pukul 02.00 dini hari.
Suparsi alias Mindut, kakak korban, mengungkapkan keluarga semakin curiga setelah menerima foto kondisi korban beberapa waktu setelah pemakaman. Menurutnya, Herwanto sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit serius.
“Keluarga merasa banyak kejanggalan yang belum terjawab hingga sekarang,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, kasus dugaan kematian tidak wajar tersebut disebut belum mendapat penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang. Keluarga berharap ada penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kematian Herwanto
(Red).