Madiun, gugat.id -Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) Ketahanan Pangan yang diadakan di Balai Desa Sebayi Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun pada tanggal 16 Juni 2025 yang baru lalu sengaja diadakan untuk membahas, merencanakan, dan menetapkan program-program guna mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan desa dengan menggunakan sebagian alokasi Dana Desa serta melibatkan Pemerintah Desa, BPD, LKMD, PKK pendamping Desa, dan kelompok tani untuk memastikan ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan lokal yang optimal.
Dalam pertemuan tersebut beberapa poin penting diantaranya identifikasi potensi pangan yaitu jenis-jenis pangan yang dapat diproduksi di desa seperti sayuran, buah-buahan, dan ternak, pengembangan sistem pertanian yang efektif dan efisien, pengelolaan sumber daya alam meliputi air dan tanah, serta peningkatan akses pasar untuk menjual hasil produksi pangan masyarakat desa semuanya dibahas secara mendalam dan disepakati bersama untuk diwujudkan dalam tindakan nyata.
Ratusan warga yang hadir di Balai Desa pun antusias mengikuti setiap pembahasan, mereka tahu bahwa setiap langkah yang diambil dari Musdesus ini akan langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka sendiri Banyak usulan kreatif seperti membangun sentra pertanian organik, menciptakan kelompok pengolahan hasil panen menjadi produk olahan, dan membuat aplikasi sederhana untuk memudahkan pemasaran hasil produksi pangan lokal ke daerah luar.
Kepala Desa Sebayi Putut Suwarno saat diminta penjelasannya Senin (8/12/2025) mengatakan bahwa Musdesus Ketahanan Pangan ini banyak membantu meningkatkan ketahanan pangan.
” Membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa khususnya masyarakat Desa Sebayi, karena program-program yang direncanakan tidak hanya berfokus pada produksi tetapi juga pada kemampuan warga untuk mengelola sumber daya dengan baik dan mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil kerja mereka sendiri” ujarnya.
Selain itu, PKK pendamping Desa yang aktif berperan dalam Musdesus ini juga merencanakan untuk mengadakan pelatihan kepada ibu-ibu di desa tentang cara memasak pangan lokal dengan variasi yang lebih sehat dan menarik, sehingga pangan yang dihasilkan di desa tidak hanya cukup untuk kebutuhan mandiri tetapi juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mencoba hidangan khas Desa Sebayi dan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.
Semua pihak yang terlibat sepakat untuk segera memulai tahap pelaksanaan program-program yang telah disepakati, dengan membentuk tim pelaksana untuk masing-masing poin pembahasan dan menetapkan target waktu yang jelas, sehingga harapannya Desa Sebayi dapat menjadi contoh desa yang mandiri dalam hal ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat dalam waktu satu tahun ke depan.
(Baa)